Viral! ART ini Siksa Anak Majikan, Aksinya Bikin Geram

Pozovanua, Jakarta – Dua anak di bawah usia 5 tahun menjadi korban penyiksaan oleh Pembantu Rumah Tangga (ART) yang merawat orang tuanya saat mereka bekerja (202.03.17).

Peristiwa itu dikatakan terjadi di Lapangan Golf Lake Residence di Saint-Kareng, Jakarta Barat.

Video tersebut diunggah oleh seorang warga yang diduga tetangga korban kemudian disebarluaskan melalui media sosial (sosmed).

Dua anggota keluarga sedang memberi makan dua anak majikan mereka di ruang terbuka.

Annie, salah satu anggota keluarga yang sedang memberi makan adiknya, terlihat mencubit wajah korban begitu keras hingga meneteskan air mata. Jaringan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mulut korban.

Tanpa berhenti sampai di situ, sang adik yang saat itu berada di dalam stroller diseret oleh Annie hingga bisa berdiri dalam jarak beberapa meter.

Adik korban juga terlihat disiksa oleh anggota keluarga lainnya, Rinawati, 19 tahun. Rina menampar pipi anak majikannya dengan keras hingga menangis, dan korban memeluk Rina ketakutan.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke orang tua korban, dan kedua pelaku akhirnya ditangkap.

Saat polisi tiba di tempat kejadian, Rini masih berusaha menghindar dan menolak mengakui perbuatannya. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia tidak menganiaya anak majikannya.

“Nyonya, katakan yang sebenarnya. Ini rekaman CCTV-nya.” Demikian disampaikan Kapolres Cengkareng Jakarta Barat Kompol Ardhie Demastyo dalam video tersebut.

Adi mengatakan setelah mendapat laporan dari ibu korban, pihak langsung datang ke lokasi dan mengamankan Lina.

Ketika Lina ditanyai, dia hanya memiliki kerutan di wajahnya seolah-olah tidak ada yang salah dengannya. Sedangkan Ani kabur ke Lampung dan ditangkap pada Jumat, 18 Maret 2022 pukul 01.00 WIB.

Ibu korban, VE, mengaku tidak tahu-menahu soal penyiksaan kedua anaknya. Dia melihat kedua keluarga itu ramah dan tidak pernah meneriaki anak-anak mereka.

Baca Juga :  Apa Arti Kata Toxic yang Ada di Sosmed? Ini Penjelasannya

Jauh sebelum kejadian, VE beberapa kali mengingatkan ART untuk bersabar dalam merawat kedua anaknya. Ketika saya melihat wajah anak saya, wajahnya memerah, karena ketika ditanya, pihak keluarga hanya menjawab bahwa dia telah pingsan.

Dikutip dari Tribunnews.com, “ART saya mengatakan dia (anak itu) tersipu saat berlari, tetapi saya tidak bisa menahan tangis ketika anak saya bertanya.”

Saat ini, polisi sedang menyelidiki motif penyiksaan dua anak tersebut dan sedang menyelidiki dua kasus ART.(KN/KW)