Sisi Positif Perusahaan Ramah Keluarga bagi Perempuan Indonesia

Perempuan dan anak masih menjadi kelompok rentan di Indonesia. Anda harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, terutama di masa pandemi COVID-19.

Untuk itu, dukungan dari berbagai pihak diperlukan demi terwujudnya kesejahteraan dan hak-hak yang merupakan kunci perdamaian dan keamanan serta pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Danong Indonesia meluncurkan kegiatan memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai bagian dari dukungannya terhadap perempuan Indonesia. webinar Dengan mengusung tema “Usaha Ramah Keluarga: Mendukung Ibu Mempersiapkan Generasi Maju”

Acara Webinar bersama Danone Indonesia

Hal ini berdampak signifikan terhadap perlindungan hak-hak perempuan dan anak di Indonesia.

Kebijakan bisnis yang ramah keluarga diperlukan untuk memberikan dampak yang signifikan dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak di Indonesia.

“Dalam hal ini, pemerintah bekerja sama dengan berbagai partai politik untuk membantu mewujudkan hak-hak perempuan agar mereka memiliki kesempatan yang sama di dunia kerja dan kesempatan untuk mewujudkan hak-hak anak. Berdayakan perempuan Indonesia untuk berkembang lebih jauh!” Indra Gunawan, Deputi Komisioner Pelibatan Masyarakat, Departemen Hak Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan:

Mengatasi bias gender di dalam perusahaan

Sejak awal pandemi, perempuan rentan terhadap berbagai isu, seperti beban ganda, mencari nafkah, dan dipaksa menjadi tulang punggung keluarga, serta mengalami kekerasan berbasis gender.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, Maya Juwita, sekretaris jenderal Federasi Pemberdayaan Bisnis Wanita Indonesia (IBCWE), menyarankan agar isu bias gender di perusahaan diselesaikan terlebih dahulu.

“Pastikan semua aturan yang Anda buat diterapkan dengan baik. Dan perlu digarisbawahi. Bias ini berlaku untuk perempuan, bukan hanya laki-laki terhadap perempuan,” jelas Maya Juwita.

Baca Juga :  Laku Kopi, Ngopi Tanpa Wifi 

Mendukung pola asuh positif pekerja perempuan

Secara psikologis, psikolog Rosdiana Setyaningrum menjelaskan bahwa perempuan yang berperan sebagai ibu harus menguatkan diri dan menghidupi keluarganya, lingkungan atau masyarakat dan pemerintah.

“Sebuah bisnis harus: sistem pendukung Dijelaskan untuk wanita yang bekerja dengan mendukung praktik pengasuhan positif kolaboratif seperti pelatihan, pendampingan, dan kampanye kesadaran untuk menyoroti pentingnya perkembangan anak yang optimal.

Mereka ingin keluarga mereka lebih bahagia, anak-anak mereka lebih sehat, dan bisnis mereka berkembang.

Membantu perempuan Indonesia mempersiapkan generasi penerus

Salah satu contoh perusahaan yang ramah keluarga adalah Danone Indonesia. Vera Galuh Sugijanto Danone, BizWeb.co.id President Indonesia, menjelaskan di lingkungan internal perusahaan, perusahaan memberikan cuti melahirkan berbayar selama enam bulan untuk ibu dan 10 hari cuti melahirkan berbayar untuk ayah, jam kerja fleksibel, dan pemantauan status gizi ibu. anak karyawan di 1000 pertama. Jumlah hari kehidupan, ruang perawatan di tempat kerja, asuransi kesehatan.

“Danone Indonesiaad juga memulai inisiatif baru tahun ini melalui program pendampingan untuk mendukung pemberian ASI eksklusif bagi karyawan wanita, dan berlanjut hingga usia dua tahun. Program ini bertujuan untuk mendukung dan mensukseskan kegiatan menyusui serta meningkatkan rasa percaya diri karyawan wanita sebagai ibu.”

Flora Pramasari, Head of Careline Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia mengatakan, “Situasi pandemi ini menuntut sejumlah inisiatif adaptasi untuk dilakukan dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung dan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan keluarga dan anak-anak untuk generasi maju.

Meningkatkan produktivitas dan loyalitas

Aspek positif lain dari penerapan perusahaan ramah keluarga adalah kemampuannya untuk menarik, memotivasi dan mempertahankan karyawan, serta meningkatkan loyalitas dan produktivitas kerja.