Gelis Bantu Digitalisasi UMKM Pasarkan Produknya

Yogyakarta– Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah (UMKM) di daerah.

Kali ini, Pemkot Yogya menggandeng PT Solar Indonesia yang meluncurkan gerobak listrik (gelis) untuk memenuhi kebutuhan alat transportasi para pelaku UMKM.

Chief Marketing Officer Gelis, Ary Tjahyono, mengatakan Gelis merupakan kendaraan roda tiga bertenaga listrik pertama di Indonesia yang dibuat, dirancang, diproduksi, dan dijual oleh anak-anak Indonesia yang berpengalaman di industri otomotif multinasional.

“Kendaraan solusi ramah lingkungan berperan aktif dalam mendukung program Go-Green dalam kelestarian lingkungan, dan kendaraan ini juga menjadi solusi transportasi bagi ekonomi kreatif,” ujarnya, Kamis (26/8/2021).

Ia mengatakan penggunaan motor listrik ini jauh lebih hemat energi karena Jellis ditenagai oleh teknologi motor magnet permanen brushless, yang memudahkan waktu penggunaan dan menghemat hingga 85% baterai yang digunakan.

Sementara itu, hanya membutuhkan waktu 3 jam untuk mengisi penuh dari nol hingga penuh. Tagihan listrik ini bisa dilakukan dengan listrik rumah.

“Jaraknya bisa sampai 30 km dengan beban satu ton 300 kg. Kecepatannya 30 km/jam. Ada gigi mundur juga, jadi punya torsi untuk jalan di tanjakan di tanjakan tertentu, dan bisa lari ke atas. kemiringan 45 derajat,” jelasnya.

Dengan menggunakan jelly ini para pelaku UMKM dapat dengan mudah membuka dan menutup warung serta mencapai lokasi yang diinginkan dengan mudah dan efisien.

“Selain digunakan oleh para pelaku kuliner, Gelis juga bisa digunakan untuk pajangan kerajinan tangan. Gelis sendiri sudah lolos uji standarisasi dan sudah memenuhi persyaratan pabrik,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Gelis dapat membantu meningkatkan perekonomian Kota Yogyakarta dan mengurangi polusi udara.

Baca Juga :  Serabi Kalibeluk Khas Batang yang Manis dan Gurih

Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyampaikan apresiasi yang tulus atas apa yang telah dilakukan PT Solar Indonesia.

Saat itu ia juga sempat mengetes kendaraan tersebut. Menurut dia, kendaraan ini sangat praktis karena bisa diisi daya melalui listrik di rumah.

“Keberadaan kendaraan ini menjadi bukti dukungan bagi pelaku UMKM karena cukup terjangkau dan efisien karena bisa diisi di rumah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan kendaraan ini dapat mendukung program pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas udara kota.

“Karena menggunakan listrik, kendaraan ini tidak mencemari udara. “Jika jumlah pengguna kendaraan listrik meningkat, kualitas udara di kota dapat ditingkatkan,” katanya.

Perwakilan kedua di Kota Yogya juga meminta mahasiswa UMKM menggunakan keterampilan digitalisasi untuk memasarkan produknya. “Digitalisasi akan membantu kita bertahan di masa-masa sulit dan menciptakan masa depan bisnis yang aman,” katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga terus mendorong para pelaku UMKM dan pedagang pasar untuk menjual produknya secara digital.

Pemerintah Kota Yogya terus memaksimalkan platform Jogja Smart Service (JSS) yang selama ini memberikan berbagai kemudahan bagi para pelaku UMKM.

“Seperti menu ‘Nglarisi’, menunya ada ratusan pengusaha kuliner. Mereka adalah usaha kecil yang didukung oleh Pemkot Yogyakarta yang tergabung dalam Program Gandeng Gandeng,” ujarnya.

Ia juga mengatakan JSS masih memiliki menu ‘dodolan’ dan akan terus dimaksimalkan untuk mendorong usaha kecil yang beroperasi di luar sektor kuliner.

“Oleh karena itu, pelaku industri kecil di bidang seperti fashion, kerajinan, dll dapat diakomodasi dalam program digitalisasi dan terus mengedukasi pelaku UMKM tentang kualitas produk yang ditawarkan, seperti kemasan atau kemasan.” dia berkata