Dosen Program Studi Kewirausahaan Bersama Mahasiswa Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate

Foto: dr. Materi diberikan oleh Muhammad Rakib, S.Pd., M.Si, Ketua Tim Pengabdian.

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (UNM) Program Studi Kewirausahaan Fakultas Bisnis kembali menggelar pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini akan berlangsung 2-3 September 2021 di Rumah Produksi UD Celebes, Jalan Abdul Kuddus, Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Sebanyak 10 warga desa barobong yang bekerja sebagai pekerja lepas di Usaha Mamiri (UD Celebes) antusias mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat untuk diversifikasi produk singkong beku. Tim UNM terdiri dari tiga instruktur. Muhammad Rakib, S.Pd., M.Sc. (Ketua tim Pegabdi), Dr. nama. Ha Marhawati Najib, M.Si. dan Agus Khalid, S.Pd., Anggota Tim Pengabdian (MM) dan tiga mahasiswa Program Studi Kewirausahaan: Rifky, Julita Nanna’ dan Kholis. (9 Oktober 2021)

Foto: pengolahan bahan baku

Di masa pandemi COVID-19, banyak usaha kecil yang mengalami penurunan penjualan dan harus menutup operasional sementara untuk menghindari kerugian yang bisa berujung pada kebangkrutan. Daya beli masyarakat juga menurun dan tentunya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Salah satu usaha kecil yang mengalami kondisi tersebut adalah Usaha Mammiri atau yang dulu dikenal dengan UD. Di masa pandemi, Celebes (mitra) harus menjual sebagian asetnya, termasuk toko yang menjual produk, untuk menutupi utang bank yang jatuh tempo. Selama masa Pandami, para mitra terpaksa menghentikan kegiatan produksi seperti jambu mete dan markisa, karena biaya produksi sangat tinggi dan harga bahan baku menjadi lebih mahal, terutama karena kekurangan produksi. Di sisi lain, mengingat pasar Mithra sebagian besar pengunjung dan wisatawan yang datang ke Makassar untuk membuat oleh-oleh khas Sulawesi Selatan, daya beli masyarakat sangat rendah dan tidak ada sama sekali.

Foto: Tim Pengemasan dan Layanan Produk Singkong Beku

Penghentian produksi Mitra membuat sebagian warga Desa Barobong yang merupakan buruh tetap kehilangan mata pencaharian. Melihat tantangan yang dihadapi Mitra, tim pengabdian terdorong untuk membantu Mitra dan masyarakat sekitar dengan memperkenalkan dan memberikan pelatihan diversifikasi produk singkong beku, yang bahan bakunya relatif murah dan melimpah di daerah sekitar seperti Takalar dan Gowa. Hasil dari kegiatan ini adalah revitalisasi ekonomi lokal di Desa Barobong di era pandemi COVID-19 (pandemi global), serta kebangkitan perusahaan mitra dan lahirnya pemilik usaha kecil.

Baca Juga :  Harga dan Menu Kampung Atas Kopi – Café Air Terjun Semirang Semarang