Polemik Infinix vs Xiaomi: Tiap Brand Punya Kelebihan Masing-masing

Infinix HOT 10S dan Redmi 9T (Sumber Gambar: Infinix dan Xiaomi)

Debat Infinix vs Xiaomi menjadi trending topic di awal Juni 2021. Ternyata tidak banyak netizen atau netizen yang bisa berpikir dan menulis komentar yang jelas di balik ‘perselisihan online’. Misalnya, ada netizen yang mengatakan bahwa setiap merek memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Perlu diketahui bahwa topik Infinex vs Xiaomi menjadi topik hangat dengan membandingkan spesifikasi masing-masing merek.

Awalnya, saya membuat konten perbandingan spesifikasi di akun Instagram Pocoindonesia. Dari gambar yang dihasilkan, terlihat bahwa ponsel target pembanding adalah Poco M3 dan ponsel dengan tulisan “Entry-Level” dan “HOT 10S”. Banyak netizen dan netizen yang curiga dengan Infinex HOT 10S.

Infinix vs Xiaomi: Postingan dari Poco Indonesia

Selain itu, Infinix Indonesia juga melakukan hal yang sama. Melalui akun Instagram resmi ‘Says Champion’ dan ‘9T’, berikut konten konten perbandingan spesifikasi Infinix HOT 10S dan ponsel diproduksi. Tak banyak netter yang meragukan ponsel Redmi 9T.

Infinix vs Xiaomi: Postingan Infinix

Pada akhirnya, postingan Infinix Indonesia itu semakin ditonjolkan oleh komentar langsung dari Alvin Tse, Managing Director Xiaomi Indonesia. Alvin mengatakan di kolom komentarnya bahwa postingan Infinix itu menyesatkan. Kalau benar target perbandingannya adalah Redmi 9T, ada bagian yang salah penulisan spesifikasinya, seperti resolusi layarnya FullHD+ bukan HD+.”

Infinix vs Xiaomi: Komentar Alvin

Netizen Twitter dengan pengikut terbanyak berikutnya @ffarliani membagikan tangkapan layar postingan Infinix Indonesia dan komentar dari Alvin Tse. Tak disangka, postingannya mendapat ribuan tanggapan. Akibatnya, semakin banyak netizen yang sadar akan ‘perselisihan online’.

Infinix vs Xiaomi: Diposting oleh @ffarliani

Apalagi, netizen ramai-ramai menyerbu akun Instagram Infinex. Ada banyak orang yang mengomentari posting yang tidak pantas. Namun, saya tidak dapat menemukan lagi komentar Alvin Tse di postingan perbandingan spesifikasi yang ditulis oleh Infinex.

Alvin Tse menduga komentarnya disembunyikan karena mengaku mengatakan yang sebenarnya dalam balasan postingan @ffarliani.

Baca Juga :  Disney+ Hotstar dan IndiHome Hadirkan Konten Hiburan Global dan Lokal untuk Para Konsumen di Indonesia

Namun, di kolom komentar postingan perbandingan spesifikasinya, ia menulis bahwa Infinix Indonesia tidak pernah menghapus atau menyembunyikan postingan tersebut. Seperti yang ditulis oleh @infinixid dari teknonia.com, “Kami tidak menghapus atau menyembunyikan apa pun dari postingan media sosial kami dan kami sangat terbuka untuk berdiskusi.”

Infinix vs Xiaomi: “Setiap merek memiliki kekuatannya sendiri”

Adalah fakta yang tidak dapat disangkal bahwa ‘kontroversi online’ membagi netizen menjadi dua. Ada yang mendukung Infinix, dan ada yang mendukung Xiaomi. Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing.

Namun, di antara netizen semacam itu pun tak sedikit netizen yang melontarkan komentar gamblang dengan menaikkan pendapatan yang membangun sehingga persaingan antar merek, terutama merek ponsel, menjadi sengit.

Misalnya, jawaban seorang netizen @carrotlinemars Dari postingan @ffarliani. Dia mengatakan sekarang bukan saatnya semua merek bersaing satu sama lain. Untuk mendapatkan perhatian, Anda harus segera berkolaborasi.

“Kalau branding zamannya kolaborasi, nggak sekompetitif ini, wah,” tulisnya.

Baca juga: Drama Infinex vs. Xiaomi: Nilai positif untuk kedua belah pihak

Sementara itu, netizen lain juga meninggalkan komentar yang jelas. warganet @raidyac_ Orang yang menanggapi postingan @ffarliani mengatakan bahwa setiap merek sebenarnya memiliki kekuatannya sendiri. Jadi, saya minta agar tidak ada lagi perbandingan.

“Apa hubungannya satu sama lain, masing-masing merek punya kelebihan. Jadi bersainglah secara sehat,” tulisnya.

Apakah Anda beriklan dengan hati-hati?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, banyak netizen yang curiga bahwa ponsel yang dimaksud Infinex adalah Redmi 9T. Warganet sempat menyatakan jika benar ponsel tersebut adalah Redmi 9T, maka ada kesalahan pada spesifikasi yang tertera.

Dalam postingan perbandingan spek yang diposting di akun Instagram Infinex Indonesia, warga @hepibahgia menulis, “Pemenangnya sepertinya FHD+, min.”

Baca Juga :  NTT Ungkapkan Para Pemimpin Bisnis dan Karyawan Secara Signifikan Berbeda Pendapat Mengenai Masa Depan Bekerja

“Redmi 9T unggul pada resolusi layar FHD+ yang sudah tipe-c. Pengisian cepat setara dengan 18W.” Ditulis oleh warganet @m_syahril.fr7 di lokasi yang sama.

“Bukan berarti Redmi 9T sudah FHD+,” tulis warganet @fauuuz_2.

Sementara itu, netizen lain berpendapat tidak ada yang salah dengan iklan Infinex. Citizen @farizalhanafi menyebut di Twitter, tetapi Infinix tidak benar-benar menyebut nama merek lain secara eksplisit.

@farizalhanafi pada postingan Alvin Tse menulis: “Pesaing Anda (Infinix) bahkan tidak menyebutkan merek atau nama produk. Bagaimana Anda tahu itu produk Xiaomi?” tulis @farizalhanafi. @ffarliani.

Baca juga: Infinix vs Xiaomi: Dalam tanggapan dari presiden Xiaomi Indonesia, Infinix mengatakan tidak ada komentar yang dihapus.

Kemudian warga Twitter @millenialzmnnow berpikir bahwa tagline “Jawara” yang disertakan dengan Infinix sebenarnya adalah penggunaan kata yang umum. Kata ini terdaftar di KBBI dan tidak dipatenkan oleh Xiaomi.

“Infinex sangat berhati-hati dalam beriklan. Karena di sana banyak yang menggunakan nama kompetitornya masing-masing,” tulisnya dalam akun tersebut. @millenialzmnnow Yang juga menanggapi komentar Alvin.

Hal senada juga diungkapkan warga Twitter @tuwagavier. Iklan perbandingan produk Inifnix tidak menyebutkan produk yang akan dibandingkan secara langsung, sehingga tidak menjadi masalah.

“Bukankah ini benar-benar bahasa pemasaran? Tapi suatu hari, saya bertanya kepada seorang instruktur periklanan tentang etika periklanan dalam bentuk perbandingan produk ini. Dia mengatakan bahwa selama pengiklan tidak menyebutkan nama produk yang dibandingkan secara langsung, itu saja. Baiklah. Namanya juga promosi,” kata @tuwagavier membalas @ffarliani.

Jadi, dari sudut pandang netizen, ada perdebatan antara Infinex dan Xiaomi. Hal ini mencerminkan fakta bahwa sejumlah besar netizen dapat memberikan komentar yang jelas, dan nilai positif dapat diperoleh dari ‘perselisihan online’ yang muncul. (iklan)

Baca Juga :  Teknologi Geofencing Masuk Manado, Grab Aplikasi Online Pertama yang Cegah Kerumunan Tegaskan Protokol Kesehatan – Sulut Daily