Jika mengalami perundungan simpan bukti digitalmu

Banuma – Dalam dunia digital, bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan sesekali dan berulang-ulang oleh kelompok atau individu dengan menggunakan media elektronik. Secara umum, korban adalah seseorang yang kesulitan melawan perilaku tersebut.

Princeton Brigde Year On-site Director Indonesia Sani Widowati, ketika menjadi relawan, mengatakan, “Jika Anda dalam bahaya, Anda dapat melaporkannya ke polisi, segera simpan barang bukti dan tunjukkan apa yang terjadi nanti.” Webinar Literasi Digital (22 Juli 2021) yang diselenggarakan oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) untuk masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sani mengatakan, bukti tersebut bisa berupa screenshot dari pesan chat dan postingan media sosial. Semuanya bisa dijadikan bukti laporan. Langkah selanjutnya adalah memblokir akun pelaku.

Orang tua, guru, teman, dan teman dekat adalah pihak terbaik untuk diajak bicara. Orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk menceritakan lebih banyak tentang pengalaman mereka. Yakinkan dia bahwa itu bukan salahnya, lalu kembalikan kepercayaan dirinya.

“Gak usah dijawab. Balas dendam bukan solusi untuk memutus mata rantai bullying, jadi kalau bullying terjadi antara teman sekolah, komunitas hobi, atau kegiatan lain, bicarakan dengan mereka. Jika kamu merasa tidak nyaman berbicara dengan keluarga atau teman. , hubungi konselor profesional. Anda bisa melakukannya,” sarannya.

Ketika bullying terjadi di lingkungan sekolah, guru memiliki peran utama untuk dimainkan, tambahnya. Pertama, guru harus menanggapi peristiwa dengan serius. “Terima kasih dan terima kasih kepada siswa yang melapor. Yakinkan dia bahwa itu bukan salahnya. Tunjukkan empati. Bantu anak yang mem-bully itu membela diri agar tidak di-bully oleh teman-temannya.”

Guru juga memiliki hak untuk bertanya kepada anak-anak apa yang dapat mereka lakukan untuk membuat mereka merasa aman. Langkah selanjutnya adalah berbicara secara individu dengan setiap anak yang terlibat dalam situasi ini. Tuduhan tatap muka, tuduhan dan teriakan umumnya dihindari, dan nilai kejujuran didorong dan dihormati. “Ingatlah untuk selalu bersikap baik kepada diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda,” kata Sani.

Baca Juga :  Daftar HP yang Tak Bisa Gunakan WhatsApp Per 1 November 2021

Narasumber lainnya, Yoshe Angela, pakar media sosial di PT Cipta Human Indonesia, menjelaskan bahwa bullying adalah perilaku berulang yang dimaksudkan untuk mengejutkan, membuat kesal, atau menghina seseorang.

Webinar yang dipandu oleh Moderator Dannys Citra ini juga menampilkan key opinion leader: Ahmad Wahyu Sudrajad (Peneliti dan Dosen UNU Yogyakarta), Yanuar D Saputra (Aktivis Literasi) dan Kneysa Sastrawijaya (Penghibur).