TikTok India “Berantakan”, ByteDance Pun Berniat Menjual Aset

Kliknusae.com – ByteDance dikabarkan berencana menjual aset aplikasi TikTok miliknya di India ke pesaing lokal dan unicorn Glance.

Langkah terbaru ini merupakan langkah yang diambil oleh perusahaan teknologi China dalam situasi geopolitik dan ekonomi yang semakin kompleks.

Rencana tersebut dikutip dari GSM Arena, Senin (15 Februari 2021) dan disebut-sebut masih dalam pembahasan.

Setelah India secara permanen melarang 59 aplikasi China, termasuk TikTok, pada bulan Januari, ByteDance, perusahaan induk dari platform distribusi video pendek, secara efektif menghentikan bisnisnya di India dan menarik diri dari India.

Sejak itu, ByteDance telah mencari cara untuk menyimpan setidaknya beberapa aset lokal.

Peluang itu muncul ketika grup Softbank multinasional Jepang menjadi pendukung induk perusahaan TikTok, ByteDance, dan induk perusahaan Glance, InMobi Pte.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, pembicaraan tersebut melampaui hubungan bisnis-ke-bisnis yang sederhana.

Mengingat ketegangan India/China yang sedang berlangsung, pemerintah India harus menyetujui kesepakatan semacam itu.

Sumber mengklaim bahwa pihak berwenang akan bersikeras bahwa data dan teknologi pengguna TikTok berada di dalam perbatasan India.

Peraturan China yang cukup baru tentang ekspor teknologi diperkirakan akan semakin memperumit negosiasi.

Namun, kemungkinan kedua pemerintah akan menyetujui transaksi arbitrase SoftBank akhir antara ByteDance dan InMobi Pte.

Kesulitan TikTok di India dimulai pada pertengahan tahun lalu ketika pemerintah India mengeluarkan larangan awal dengan alasan ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan negara.

Pada saat itu, TikTok memiliki 200 juta basis pengguna dan ratusan karyawan lokal di India. Sejak itu, sebagian besar mantan karyawan terpesona oleh saingan aplikasi domestik TikTok yang berkembang pesat untuk mengisi kekosongan pasar.

Seperti namanya, Glance atau Glance Digital Experience jelas merupakan salah satu nama besar sebagai mitra yang paling mungkin dalam transaksi transfer aset tersebut.

Baca Juga :  Majalah ICT – realme Hadirkan realme C31 Sebagai Smartphone Rp 1 Jutaan Paling Stylish di Bulan Ramadan

Perusahaan induk InMobi, InMobi, didirikan oleh Naveen Tewari, lulusan Harvard Business School, dan merupakan unicorn pertama di India. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menyebut startup atau perusahaan rintisan yang bernilai lebih dari $1 miliar.

Unicorn hanya memperoleh status setelah serangkaian larangan TikTok dimulai pada bulan Desember, dengan pendanaan dari Google dan Mithril Capital milik miliarder Peter Thiel untuk InMobi. (*/adh)

Sumber: Antara News