Kulit Mengelupas di Wajah dan Tubuh, Ini Solusinya

Pengelupasan kulit sebenarnya adalah hal yang alami. Kulit secara teratur terpapar faktor lingkungan yang dapat mengiritasi dan merusaknya. Ini termasuk matahari, angin, panas, kekeringan dan kelembaban yang berlebihan. Iritasi berulang dapat menyebabkan pengelupasan kulit.

Pengelupasan pada dasarnya adalah hilangnya atau pengelupasan lapisan luar kulit (epidermis). Kulit terkelupas dapat diakibatkan oleh kerusakan langsung pada kulit atau dari berbagai penyakit, kelainan, dan kondisi ringan hingga serius.

Pengelupasan juga dapat disebabkan oleh penyakit atau kondisi yang dapat dimulai di suatu tempat selain kulit. Jenis pengelupasan kulit ini sering disertai dengan rasa gatal. Kondisi yang dapat menyebabkan pengelupasan kulit meliputi:

  • reaksi alergi
  • Infeksi, termasuk beberapa jenis infeksi stafilokokus dan jamur
  • gangguan sistem kekebalan tubuh
  • pengobatan kanker dan kanker
  • Kelainan genetik, termasuk kondisi kulit langka yang disebut sindrom kulit pengelupasan akromial, yang menyebabkan pengelupasan lapisan atas kulit tanpa rasa sakit

Pengelupasan dapat mempengaruhi area kecil kulit atau seluruh tubuh dan dapat terjadi pada usia berapa pun dan pada populasi apa pun. Tergantung pada penyebab kulit terkelupas, itu mungkin hilang dengan krim atau losion yang dijual bebas atau mungkin memerlukan perawatan dari kondisi, kelainan, atau kondisi yang mendasarinya.

Berikut adalah beberapa metode perawatan dan tips untuk menghentikan pengelupasan setelah dimulai.

1. Minum obat pereda nyeri

Gunakan pereda nyeri yang dijual bebas (OTC) seperti ibuprofen (Advil) atau aspirin (Bayer).

Obat ini berfungsi untuk mengurangi peradangan dan kemerahan di sekitar kulit yang terbakar sinar matahari. Ini juga dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dengan sengatan matahari.

Baca Juga :  Gaya Kuku Ekspresif yang Tonjolkan Kepribadian Penuh Karakter : Elle Indonesia

2. Gunakan krim anti-inflamasi yang menenangkan

Oleskan krim anti-inflamasi topikal ke kulit yang terbakar sinar matahari, seperti lidah buaya atau krim kortison.

Atau – kecuali Anda alergi terhadap aspirin – pecahkan beberapa tablet aspirin menjadi bubuk halus dan tambahkan air secukupnya untuk membuat pasta kental. Oleskan pada bagian tubuh yang terbakar sinar matahari.

Hindari krim berbahan dasar minyak bumi atau krim berbahan dasar minyak lainnya karena dapat memerangkap panas dan dapat memperburuk luka bakar pada kulit.

Blokir kelembapan dengan menghidrasi segera setelah mandi saat kulit Anda masih lembap.

3. Mandi air dingin

Mandi air dingin (di bawah air hangat). Ini akan mengurangi rasa sakit akibat sengatan matahari dan mencegah pengelupasan kulit lebih lanjut.

Jika kulit Anda melepuh karena terkelupas, hindari mandi karena mandi dapat memecahkan lepuh dan membuatnya lebih bersisik.

Jangan menggunakan sabun atau minyak mandi saat mandi. Hal ini dapat membuat kulit Anda mengelupas lebih buruk.

4. Melembutkan kulit

Jangan menggosok kulit Anda dengan handuk setelah mandi. Ini bisa membuat pengelupasan menjadi lebih buruk. Sebaliknya, keringkan kulit Anda dengan handuk.

5. Oleskan kompres dingin

Oleskan kompres dingin dan basah ke kulit Anda selama 20-30 menit untuk meredakan iritasi dan menghentikan pengelupasan. Berhati-hatilah untuk tidak mengoleskan es langsung ke kulit Anda karena dapat lebih mengiritasi.

6. Tetap terhidrasi

Saat pulih dari sengatan matahari, konsumsilah setidaknya 8 ons cairan bening per hari untuk menjaga kulit Anda tetap terhidrasi. Ini akan membantu mengurangi pengelupasan.

7. Tetap Tertutup

Lindungi kulit terkelupas dari kerusakan lebih lanjut dengan menutupinya dengan pakaian atau tabir surya yang sangat ringan dengan SPF 45 atau lebih tinggi.

Baca Juga :  Manfaat Olahraga Malam – Margocity