Begini Cara Mengatasi Burn Out untuk Wanita Karir Sekaligus Ibu Rumah Tangga

Burnout adalah stres jangka panjang dari pekerjaan sehari-hari. Burnout adalah perasaan monoton dan penuh dengan segala beban hidup. Mengetik sampai kepalaku sakit dan memikirkan keluargaku. Anda mengumumkan pekerjaan, tetapi ingat tagihan yang harus Anda bayar. Setiap masalah terasa tidak ada habisnya dan membuat Anda semakin tidak berdaya dalam mengontrol. Ingat, kita harus mengatur urusan kita, bukan urusan kita.

Apa perbedaan antara stres dan kelelahan?

Burnout terjadi ketika Anda tidak dapat mengelola pekerjaan Anda sendiri. Anda cenderung melakukan banyak tugas atau melakukan dua hal secara bersamaan dan Anda akhirnya kehilangan fokus pada keduanya. Dalam ruang lingkup peran ganda wanita sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, ketidakseimbangan pembagian peran di rumah juga dapat menyebabkan burnout. Tentu saja peran seorang ayah atau suami juga harus seimbang di sini. Tepat sekali.

Stres itu sendiri biasanya terjadi secara berkala karena satu atau beberapa alasan. Karena anak sakit, suami menderita secara finansial atau merindukan orang tuanya di rumah. Nah, ketika Anda lelah, rasanya semua masalah Anda menumpuk di kepala Anda dan mereka akan meledak kapan saja.

Fitur dan tanda-tanda kelelahan

Periksa salah satu dari tanda-tanda berikut: Jika demikian, berhati-hatilah karena Anda mungkin mengalami kelelahan.

  • Merasa tidak stabil atau tertekan untuk waktu yang lama
  • Saya sudah mengalami kecemasan, sakit kepala, dan ketakutan yang tidak masuk akal bahkan sebelum saya mulai bekerja.
  • Seseorang yang terlalu jahat dan tidak lagi menyenangkan
Baca Juga :  6 Gaya Hijab ala Lesti Kejora yang Praktis dan Simpel tapi Keren

Cara Menghindari dan Mengatasi Burnout

Cobalah untuk menerapkan beberapa poin penting ini dalam kehidupan sehari-hari Anda bersama pasangan. Hubungan yang sehat didasarkan pada kedua orang yang tidak egois dan ingin membantu. Sebagai seorang wanita, cobalah untuk membicarakan hal ini terlebih dahulu agar dia bisa mengerti bahwa Anda sedang kewalahan dengan masalah keluarga dan pekerjaan.

Prioritaskan aktivitas harian Anda bersama pasangan.

Perhatikan skala prioritas setiap aktivitas dalam hidup Anda. Jika Anda merasa lebih baik tidak bekerja, katakan saja. Pelan-pelan, sebagai ibu, sebagai istri, sebagai wanita, buatlah daftar hal-hal yang Anda anggap penting. Tidak ada multitasking!

Jika Anda harus bekerja, mintalah pasangan Anda untuk mengerti dan mendukung Anda. Jangan makan sendirian, nona. Juga, tugas yang lebih penting harus dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa energi yang dikeluarkan tidak melebihi kapasitasnya.

Evaluasi kembali kehidupan kerja Anda

Anda juga harus bisa menginterpretasikan apa yang Anda lakukan. Apakah itu menyenangkan? Apa tujuannya? Bagaimana pengaruhnya terhadap orang lain? Jika apa yang Anda lakukan tidak membuat kehidupan kerja Anda lebih baik, ada baiknya Anda memikirkan rencana B dalam pekerjaan atau aktivitas yang membuat Anda lelah. Jika Anda ingin mencari pekerjaan yang lebih menyenangkan, itu adalah kebutuhan dan hak Anda!

Beristirahatlah dan mintalah bantuan jika Anda lelah.

Lupakan tentang pergi keluar dengan teman-teman atau melakukan sesuatu yang Anda sukai. Ambil hari libur dan pergi mencari sesuatu yang menyenangkan. Pergi ke penata rambut, pergi ke mal dengan teman-teman SMA, membiarkan anak-anak bermain di taman, semuanya menyenangkan.

Jika Anda lelah dan membutuhkan seseorang untuk menyelesaikan sesuatu, jangan ragu untuk meminta bantuan teman atau pasangan. Hargai diri Anda dalam peran ganda Anda sebagai seorang wanita. Kamu Menakjubkan. Lebih baik lagi ketika Anda ingin meminta bantuan jika Anda sudah kewalahan.

Baca Juga :  Rekomendasi Style Fashion Hijab untuk Liburan, Simple Tapi Tetap Keren!

Jangan memaksakan segalanya untuk melakukannya sendiri, pahami batasannya, girls!