Astaga! Inilah Bahaya Kopi yang Mengandung Paracetamol

Sejak zaman dahulu, kopi sudah menjadi jenis minuman yang sering dikonsumsi masyarakat. Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki rasa yang enak dan berbagai manfaat bagi tubuh kita. Kafein dapat membantu meredakan sakit kepala dan migrain. Tapi apakah ada bahaya dengan kopi?

Saat ini kopi sudah tersedia di berbagai tempat dan hadir dalam berbagai kemasan, salah satunya kemasan sachet. Kopi dalam tas mudah ditemukan dan mudah dibawa saat bepergian, menjadikannya pilihan banyak orang.

Namun, belum lama ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan ada beberapa merek kopi celup yang mengandung bahan kimia obat (BKO).

Apa itu bahan kimia obat?

Bahan Kimia Farmasi (BKO) adalah bahan kimia yang digunakan sebagai komponen utama bahan kimia. BKO tidak boleh sembarangan digunakan sebagai campuran obat tradisional dan jamu. Aturan ini dibuat untuk mengurangi kemungkinan interaksi yang tidak diinginkan antar komponen.

Bahaya kopi yang mengandung parasetamol

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan beberapa merek kantong kopi mengandung BKO berupa parasetamol dan sildenafil. Merek kantong kopi berikut terbukti mengandung BKO:

  1. kopi ayah
  2. vena madu
  3. kopi panas
  4. Kopi Klen
  5. laba-laba
  6. Jakarta Bandung

Terlalu banyak risiko kopi parasetamol dan sildenafil yang bisa terjadi. Oleh karena itu, sebagai konsumen kita perlu lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi produk kita.

Bahaya kandungan parasetamol dalam kopi

Parasetamol, atau asetaminofen, adalah obat yang sering digunakan untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Parasetamol dijual bebas, tetapi harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Baca Juga :  Bagaimana Prosedur Karantina dari Luar Negeri? Ini 7 Syaratnya!

Jika Anda mengonsumsi lebih dari dosis parasetamol yang disarankan, Anda mungkin mengalami overdosis dan keracunan parasetamol. Mengkonsumsi terlalu banyak obat ini sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan berbagai efek samping bahkan kematian.

Overdosis parasetamol

Terlalu banyak mengonsumsi parasetamol merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera di ruang gawat darurat (UGD). Kebanyakan pasien yang menerima overdosis parasetamol tidak memiliki gejala langsung pada tahap awal. Kerusakan organ akibat overdosis parasetamol terjadi 24 hingga 48 jam setelah konsumsi.

Gejala umum adalah mual, muntah, diare, tekanan darah rendah, nyeri kuadran kanan atas, gangguan pembekuan darah, gangguan otak (ensefalopati), dan disfungsi hati dan ginjal. Jika tidak diobati dengan benar, overdosis parasetamol dapat menyebabkan kematian 72-96 jam setelah konsumsi.

Kopi dengan parasetamol berbahaya karena kita tidak tahu berapa banyak parasetamol yang dikandungnya selain BKO, yang tidak boleh digunakan sebagai campuran makanan dan minuman. Itu membuatnya sangat mungkin bahwa kita akan overdosis parasetamol.

Bahaya kandungan sildenafil dalam kopi

Sildenafil (Viagra) adalah obat yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah seksual pada pria, seperti disfungsi ereksi atau disfungsi ereksi. Obat ini termasuk golongan obat keras dan harus dibeli dengan resep dokter.

Sildenafil harus digunakan sesuai petunjuk dan di bawah pengawasan dokter. Penggunaan sildenafil, yang tidak dianjurkan, dapat menyebabkan overdosis atau kecanduan narkoba.

Overdosis sildenafil

Overdosis sildenafil dapat menyebabkan berbagai efek samping yang dapat menyebabkan kematian. Beberapa gejala yang mungkin Anda alami termasuk sakit kepala parah, kelemahan, pingsan, dan ereksi yang menyakitkan atau berkepanjangan. Overdosis obat adalah keadaan darurat yang memerlukan perhatian medis segera di rumah sakit.

Seperti halnya kopi yang mengandung parasetamol, kopi yang mengandung sildenafil juga berbahaya karena makanan dan minuman tidak boleh dicampur dengan BKO. Jumlah atau dosis sildenafil yang ditemukan dalam kopi juga tidak diketahui, meningkatkan potensi overdosis.

Baca Juga :  Bukan Hanya Penurun Demam, Inilah Manfaat Lain Paracetamol

Konfirmasi otorisasi distribusi produk

Selain mencantumkan BKO dalam produknya, beberapa merek kopi sachet ini juga sudah dihentikan produksinya karena menggunakan nomor izin BPOM palsu pada kemasan produknya. Sebagai konsumen, Anda harus berhati-hati dan teliti saat mengkonsumsi produk. Pengalaman menunjukkan bahwa nomor izin BPOM pada kemasan produk bisa jadi palsu.

Anda dapat mengecek dan memverifikasi apakah produk yang Anda konsumsi sudah memiliki izin BPOM melalui website BPOM Product Check. Jika produk yang ingin dikonsumsi sudah terdaftar di website BPOM, maka telah melewati berbagai pemeriksaan dan telah disetujui untuk diedarkan.

Dari temuan tersebut, kita tahu bahwa masih banyak produk ilegal yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap sehat. Jika Anda memiliki keluhan, Anda dapat berbicara dengan dokter Anda secara online melalui teleconsultation. Jika perlu, Anda dapat melanjutkan pemeriksaan sesuai anjuran dokter tanpa harus pergi ke tempat pemeriksaan dengan menggunakan layanan Home Service Lab.

Referensi:

  1. Farrel SE. Toksisitas asetaminofen. Situs web Medscape. 2021 [online]
  2. Agrawal S, Khazaeni B. Toksisitas asetaminofen. pulsa stat. 2021 [online]
  3. Pusat POM Padang. Tahukah Anda apa itu bahan kimia obat? website POM Padang. 2021 [online]
  4. BizWeb.co.id. Daftar 6 merek kopi ‘obat kuat’ yang menggunakan izin BPOM palsu. Situs BizWeb.co.id Indonesia. 2022 [online]
  5. WebMD. Viagra – kegunaan, efek samping, dan lainnya. Situs WebMD. 2022 [online]
  6. sumber foto: prepic

Ditulis oleh dr. Felicia Puspitasari

Editor: Karin Naomi