Pengembangan Divisi Robotika dan Drone Terobosan IESPA Membutuhkan Dukungan Dari Pemerintah – IESPA

JAKARTA – Persatuan Esports Nasional Indonesia (PN IESPA) membutuhkan dukungan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Agama untuk mengembangkan sektor robotika dan drone.

“Di era 5G ini, manusia tidak bisa lepas dari teknologi. Oleh karena itu, dukungan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Riset, Teknologi dan Kementerian Agama diperlukan untuk pengembangan robotika dan drone di kalangan santri dan santriwati,” kata Ketua PN IESPA RM Ibnu Riza Pradipto dalam pertemuan tersebut. Panitia Pembina Ilham Habibie di Perpustakaan Habibie & Ainun Jl. Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 21 Februari 2022. Mengingat Indonesia juga unggul di bidang robotika dan drone, maka dukungan pemerintah sangat dibutuhkan. Kejuaraan Dunia yang diadakan di Houston, AS pada tahun 2019. Kini, Java Knight telah mempersiapkan 19 orang untuk Kejuaraan Dunia Pertama (FWC) 14-17 Maret 2022, Kejuaraan Dunia Robotika Turki di Housten 2022, kompetisi regional yang diadakan di Volkswagen Arena di Jerman.

“Java Knights memiliki peluang besar untuk masuk ke FWC Houston. Tenaga kerja yang disiapkan juga cukup kompeten,” ujar A Riza Wahono, Kepala Divisi Robotika dan Drone di IESPA PN. Lebih membanggakan lagi, PN IESPA bermitra dengan Dewan Eksekutif Esports Indonesia (PB ESI) menjadi tuan rumah kompetisi robotika internasional dan nasional. Kami akan mendorong mereka untuk menjadi salah satu kategori yang dipertandingkan saat menjadi tuan rumah World IESF Esports World Championships 2022 di Bali pada November 2022.

Kompetisi robotika adalah kegiatan yang menggabungkan olahraga untuk pikiran, kesenangan, kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam seperangkat aturan yang ketat, sumber daya dan waktu yang terbatas, sebuah tim harus berhasil membentuk, mendanai, merancang “merek” tim, mengasah keterampilan kerja tim mereka, dan memprogram robot sebagaimana dimaksud. Ibnu Riza Pradipto mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Indonesia First Robotics dan tim FRC satu-satunya di Indonesia yaitu Tim FRC Java Knights untuk menyukseskan kompetisi Robotika.

Baca Juga :  Resmi dimulai! Luminaire dan Rekt hadir di pembukaan Pelatnas esports SEA Games 2021

“Manfaat terbesar penambahan kategori baru ini adalah sosialisasi massa dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Kompetisi robotika bukanlah hal baru. Tim Java Knights mengadakan acara School Outreach untuk mempromosikan pendidikan Robotika dan STEAM ke sekolah lain selama Car Free Day dan Habibie Festival yang dihadiri lebih dari 110.000 peserta. Bahkan, Java Knights juga akan menjadi tuan rumah acara edukasi bagi para juri dan relawan. Menurut Ibnu Riza Pradipto, program robotika mendorong pengembangan sistem berpikir dan keterampilan pemecahan masalah di benak siswa. FRC adalah kompetisi enam minggu di mana tim siswa sekolah menengah (dengan bantuan guru sekolah dan mentor komunitas) membuat robot menggunakan seperangkat suku cadang standar. Siswa berkompetisi melawan tim dari sekolah menengah lain di berbagai tantangan regional dan nasional untuk memamerkan robot mereka. “Sekolah di seluruh negeri dapat membentuk tim FRC mereka sendiri dan siswa dapat memilih tim mereka sendiri. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan minat dan kemampuan STEM mahasiswa serta mengembangkan kemampuan teamwork, leadership dan project management,” jelasnya.

Sumber Artikel:

Narsisi, Azari. 2022.”Inovasi IESPA dalam Pengembangan Robotika dan Drone Perlu Dukungan Pemerintah“,
https://www.gonews.co/berita/baca/2022/02/22/terobosan-iespa-kembangkan-robotika-dan-drone-perlu-dukungan-pemerintah