Wali Kota Malang Minta Lurah dan Camat Install MiChat buat Pantau Bisnis Open BO

Getty Images-1342382728

Foto ilustrasi pria paruh baya menggunakan aplikasi di ponsel melalui Getty Images

Dalam rapat pagi yang digelar di pelataran Balaikota pada 14 Maret 2022 itu, Wali Kota Sutiaji Malang yang berprofesi sebagai dosen menyampaikan pesan yang tidak biasa. Instal aplikasi perpesanan MiChat di ponsel Anda. Alasan? Untuk memantau peningkatan prostitusi online.

kutipan dari pidato itu laporan SuryaSutiaji mengatakan, prostitusi online atau yang sering disebut dengan ‘Open BO’ sangat marak di kota pendidikan. Menurut Sutiaji, 15 orang di wilayah Tainoyo saja baru-baru ini ditangkap karena prostitusi melalui Mechat.

“Instal aplikasi Mechat untuk memantau daerah. Apalagi prostitusi online cukup marak,” kata Sutiaji.

Menurut politikus 57 tahun itu, Satpol PP Kota Malang beberapa bulan terakhir secara rutin menggerebek beberapa titik yang kerap menjadi titik temu konsumen jasa seks berkat informasi dari MiChat. Sutiaji mengatakan, bisnis BO terbuka harus diperjuangkan karena banyak pelaku di bawah umur. Lihat juga laporan zatmnow, rumah bordil online Malang menggunakan lokasi yang tidak sesuai. Misalnya, kost harian, wisma atau ruko. Pekerja seks dan pemilik kos/ruko yang digunakan dalam prostitusi online didenda oleh Satpol PP Kota Malang.

“[Jadi pasang aplikasi MiChat] Bukan memantau ASN, tapi memantau prostitusi online,” kata Sutiaji.

Sejak tahun lalu, MiChat sendiri menjadi fokus utama perjuangan pemerintah. Pada 22 Maret 2021, Menteri Informasi dan Komunikasi (Menkominfo) Johnny G. Plate mengancam akan memblokir aplikasi perpesanan, tetapi hingga artikel ini diterbitkan, itu tidak terbukti karena dianggap mempromosikan prostitusi online.

Johnny meminta Johnny untuk berhenti memfasilitasi pembukaan rekening BO lebih lanjut jika dia ingin mendapatkan izin untuk beroperasi di Indonesia. “Kami meminta pengelola aplikasi perpesanan instan kami untuk berkomitmen melakukan ini. lepas landas Akun yang ilegal atau disalahgunakan untuk kegiatan ilegal, termasuk prostitusi on line. Aplikasi pesan singkat seperti aplikasi MiChat atau WhatsApp sering disalahgunakan oleh pengguna Indonesia untuk menyampaikan kegiatan yang berbau prostitusi. on lineDemikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Baca Juga :  Memutus Lingkaran Hitam

Menurut Menkominfo, MiChat sendiri bersedia membantu dan menghapus akun dari platform jika ada laporan dari Kominfo, polisi dan masyarakat. Tim drone cyber Cominfo mengatakan bahwa mereka secara proaktif memantau platform untuk ruang digital yang ‘bersih dan berguna’.

Pratama Persadha, pengamat di Center for Communications and Information Systems Security Research (CISSReC), mengatakan mesin pendeteksi konten negatif (AIS) yang dioperasikan oleh tim Cyber ​​Drone 9 Kominfo mampu mendeteksi konten negatif hanya di media sosial publik. . platform media. Sistem mengalami kesulitan mengakses konten negatif di platform tertutup seperti WhatsApp, Telegram, dan MiChat.

Masalah lain adalah negara berencana untuk memberantas prostitusi online, tetapi permintaan pasar sangat tinggi. Menurut data dari Kominfo tahun lalu, lebih dari 1 juta situs dan 700.000 akun media sosial diblokir untuk menawarkan layanan BO publik.