Ungkap 8 Operator juga Terlibat Bongkar Muat Batu Bara, PT KCN Ogah Disalahkan Sendiri soal Pencemaran Udara di Marunda?

BizWeb.co.id.com – PT Karya Citra Nusantara (KCN), salah satu operator pelabuhan Marunda, meminta penyelidikan lebih lanjut terkait masalah pencemaran udara di Marunda, Jakarta Utara. Pasalnya, selama ini hanya KCN yang dikritik karena mengabaikan penerbangan batu bara.

Juru bicara PT KCN Maya S Tunggagini mengatakan ada delapan operator, termasuk KCN, yang melakukan bongkar muat batu bara di pelabuhan Marunda. Namun, hanya PT KCN yang telah mendapat persetujuan dari Badan Lingkungan Hidup (DLH).

Maya mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/3) bahwa “setidaknya ada delapan pelabuhan yang melakukan kegiatan bongkar muat, sebagaimana terlihat pada peta pengembangan kawasan pendukung jelajah, yakni Pelabuhan Internasional Tanjung Priok di Marunda. ” /2022).

“Khususnya untuk komoditas curah seperti batu bara, pasir dan komoditas curah lainnya,” jelasnya.

Baca juga:
PT KCN menduga Marunda memiliki pihak yang sengaja memutar ulang masalah pencemaran debu batu bara.

Maya juga mengatakan ada pihak yang diduga sengaja mereproduksi masalah pencemaran udara yang merugikan PT KCN. Namun, pihak dan motif yang dimaksud tidak diungkapkan.

“Kami menduga ada pihak yang berkepentingan dan cenderung main-main. masalah Bubuk batu bara hanya masuk ke pelabuhan KCN,” ujarnya.

Oleh karena itu, kami telah meminta penyelidikan lebih lanjut untuk menyelidiki masalah ini secara menyeluruh.

“Mekanik terkait masalah Investigasi tambahan diperlukan untuk memastikan kebenaran tentang polusi debu batu bara yang mempengaruhi penduduk Maruda, ”katanya.

Mereka juga mengatakan bahwa Anda dapat membuat pot hijau atau pot hijau. Program ini juga dilakukan bekerjasama dengan Institut Penelitian Pertanian Bogor (IPB).

Baca juga:
KCN sudah kena sanksi, tapi warga masih terkena dampak pencemaran batu bara

“Dimulai dengan penanaman mangrove tahap pertama, sekarang kita akan memasuki tahap kedua dan menghijaukan kawasan pelabuhan.”

Baca Juga :  Anthony Ginting dan Jonatan Main