Pemecatan Terawan, Pimpinan DPR Minta UU Kedokteran Direvisi

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Wakil Ketua DPR RI, Soupmi Dasko AhmadEvaluasi rekomendasi Komite Etik Kehormatan Ikatan Dokter Indonesia (MKEK) ID) memecat mantan menteri kesehatan (Menkes). Therawan Agus PutrantoBerbahaya bagi masa depan kedokteran Indonesia.

Ia khawatir PHK Terawan akan membuat para dokter di Indonesia takut untuk mencoba dan berinovasi dalam penelitiannya sendiri yang beragam.

“Ini akan menjadi yurisprudensi untuk masalah serupa di masa depan, dan dokter kami akan takut untuk mencoba dan menantang inovasi melalui berbagai penelitian,” katanya. BizWeb.co.id.comJika dikonfirmasi, Senin (28/3).

Menurut Dasco, IDI merupakan organisasi profesi yang telah diberdayakan secara luas melalui Healthcare Practice Act, idealnya diberdayakan dan terbuka bagi anggotanya untuk berinovasi di bidang kesehatan, farmasi dan kedokteran.

Dia juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengkaji keputusan MKEK IDI memecat Terawan, khususnya dari segi hukum dan hukum.

Dasco juga mengatakan akan meminta Komisi IX dan Komisi Perangkat (AKD) untuk meninjau Undang-Undang Perilaku Medis dan Undang-Undang Pendidikan Kedokteran terkait dan mempertimbangkan kemungkinan perubahan. Ia bahkan tidak menginginkan IDI sebagai organisasi profesi. adikuasa.

“Saya pikir wajar untuk mengevaluasi dan menyesuaikan undang-undang,” katanya.

Sebelumnya, Terawan resmi dipecat dari keanggotaan IDI. Pemberhentian adalah atas kebijaksanaan IDI MKEK.

Terawan didiskualifikasi dari keanggotaan IDI pada Sidang Umum IDI ke-31 yang diselenggarakan di Banda Aceh pada Jumat, 25 Maret 2022. Pertama-tama diputuskan untuk menyampaikan hasil rapat sidang khusus MKEK, yang terlebih dahulu memutuskan hasil rapat IDI MKEK. Tentang PHK permanen Terawan.

Kedua, pemecatan dilakukan oleh PB IDI dalam waktu 28 hari kerja. Ketiga, syarat dan ketentuan ini berlaku sejak tanggal yang ditentukan.

Baca Juga :  Bikin Video Mesum, Dua Satpol PP Bone Terancam Dipecat

Ketua Panitia Sidang Umum IDI ke-31 mengatakan, “(Pemberhentian) Menurut hasil lomba yang kita terima ya, dari hasil yang disampaikan Panitia (menurut MKEK), ya, ya.” Nasrul Musadir Alsa, dikutip detik.comSabtu (26/3).

Nasrul mengatakan Terawan tidak bisa lagi membuka rumah sakit. Pasalnya, Therawan sudah tidak bisa lagi mengajukan Surat Izin Praktik (SIP).

Nasrul berkata, “Ya, harus. SIP tidak bisa diatur, dll.”

(thr/mts/isn)

[Gambas:Video CNN]