Statistik Ciamik Adrian Usai Tekuk Mantan Juara Dunia ONE Championship

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Adrian Mattheis tampil mengejutkan pada Jumat (11/3) dengan kemenangan atas Alex Silva dalam ajang ONE: LIGHTS OUT. ‘Papuan Bad Boy’ selamat dari serangan Silva dan memenangkan ronde kedua dengan TKO.

Keputusan wasit untuk menghentikan pertandingan dinilai terlalu dini. Silva diyakini masih dalam kondisi baik meski menerima bogem dari Adrian.

Namun itu tidak mengubah fakta bahwa Adrian sebelumnya mengalahkan juara dunia ONE Championship dan meraih sesuatu yang belum pernah diraih oleh para pemain Indonesia sebelumnya.

[Gambas:Youtube]

Selain itu, ia telah mencetak beberapa rekor di ONE. Berikut 5 fakta kemenangan Adrian Mattheis di laga terbesar sepanjang kariernya.

1. Periksa status finisher luar biasa

Kemenangan TKO Adrian juga melanjutkan rentetan kemenangannya melalui penyelesaian yang diraih Adrian. Sembilan dari sepuluh kemenangan diraih dengan KO/TKO atau submission. Dengan kata lain, hanya ada satu kemenangan yang diperoleh melalui keputusan juri.

di sektor kelas jerami Di ONE Championship, finis tersebut adalah yang tertinggi dari semua pemain dan setidaknya menegaskan statusnya sebagai finis terbaik hingga saat ini. Mengingat betapa hausnya Adrian untuk menghabisi lawan-lawannya, tak salah jika ia disebut sebagai petarung berdarah dingin.

Bagi Adrian, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menunggu penilaian wasit melihat lawannya tergeletak tak berdaya atau menyerah pada permainan.

2. Pemegang rekor KO/TKO terbanyak di divisinya

Selain mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor finis terbanyak, Adrian juga mendapat predikat pemegang rekor KO/TKO terbanyak di divisinya. Dari 10 kemenangan tersebut, 5 diraih dengan KO/TKO dan 4 diraih dengan KO. pengajuan.

Kemenangan KO/TKO sekarang membawanya ke pemilik KO terbanyak. Sebelumnya, ia memegang rekor yang sama dengan Joshua Pasio (4) sebagai pemilik. pukulan knockout paling.

Baca Juga :  Ketua IMI Pastikan Pembangunan Sirkuit F1 Bintan Mulai 17 Maret

Jika prestasi ini memberikan kesempatan bagi Adrian untuk menghadapi penguasa divisi di masa depan, bukan tidak mungkin.

3. Pemain Indonesia pertama yang mengalahkan petarung TOP 5

Sangat jarang bermain melawan 5 pemain dengan peringkat teratas di ONE Championship. Namun, Adrian juga bisa mematahkan mitos itu dan mengalahkan pesaing tempat kelima di divisi tersebut. kelas jerami.

Lebih spesial lagi, bermain melawan Alex Silva sudah menjadi impian Adrian sejak lama. Diakuinya, pemilik sabuk hitam BJJ sudah lama menjadi idolanya. Bahkan, juara dunia BJJ inilah yang menginspirasi Adrian untuk masuk ke pentas MMA global.

Kemenangan ini lebih berarti bagi Adrian karena Alex Silva mengalahkan Stepper Laharadian melalui submission pada ronde kedua. Yang tidak biasa, Stepper mengalahkan Adrian pada laga derby 2019 di Jakarta.

4. Petarung pertama yang menang dengan KO melawan Alex Silva

sebagai pribadi penggenggam Elite, Alex Silva dikenal sebagai atlet paling menakutkan di divisinya. Jelas, dia tidak pernah dikalahkan oleh KO/TKO atau submission sebelum menghadapi Adrian.

Silva telah menderita enam kekalahan sejak memasuki dunia seni bela diri campuran profesional pada tahun 2011, semua atas kebijaksanaan wasit.

Namun kebanggaan itu buyar saat Adrian menjatuhkan Silva dengan pukulan kanan yang tajam. Adrian sekarang akan bangga karena namanya terukir pada karirnya yang panjang di dunia MMA sebagai pemain pertama yang memberikan kekalahan TKO kepada Silva.

5. Snowto, rekor kemenangan pemain Indonesia terbanyak

Rekor yang paling banyak dimenangkan oleh para pemain Indonesia di ONE Championship adalah rekor yang dibuat oleh petarung veteran Sunoto, yang telah berpartisipasi dalam ONE sejak tahun 2015.

Pemain berjuluk “Terminator” ini telah meraih 10 kemenangan, di antaranya 5 melalui keputusan wasit, 2 dengan KO/TKO dan 3 dengan submission. Rekor ini kini konsisten dengan Adrian.

Baca Juga :  Melakukan Perlawanan dengan Sangat Agresif

Bukan tidak mungkin jika prospek cerah yang dimiliki Adrian Mattheis bisa menjadikan atlet berusia 28 tahun itu pemilik kemenangan terbanyak di Indonesia di ONE Championship.

Sunoto sendiri berpeluang memperpanjang rekornya. Sayangnya, pertandingan melawan Tial Thang pada bulan Februari ONE: BAD BLOOD harus berakhir. tanpa persaingan Karena serangan ilegal itu, Tial menembaki Sunoto.

ONE Championship juga akan menjamu ONE X di Singapore Indoor Stadium pada Sabtu (26/3). Perayaan 10 tahun ONE akan mencakup lima perebutan gelar dan lusinan pertandingan kelas dunia lainnya.

(Aor)