Misi Barcelona Menyelamatkan Muka

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Barcelona Perjalanan ke markas Eintracht Frankfurt dalam misi untuk melestarikan wajah sebagai salah satu klub paling sukses di dunia. piala Liga Europa Mereka bisa jadi alasan untuk bahagia di akhir musim.

Sebagai klub, Barcelona memiliki tradisi kuat di Eropa, termasuk penampilan di Liga Champions. Namun musim ini, Barcelona sedang lesu di babak penyisihan grup. Tak hanya itu, Barcelona tersingkir dari Copa del Rey dan gagal mengawali perburuan gelar La Liga.

Untuk sisa musim, gelar paling realistis untuk Barcelona adalah Liga Europa. Trofi Liga Europa tidak hanya bisa menyelamatkan wajah Barcelona, ‚Äč‚Äčtetapi juga bisa meletakkan dasar bagi kebangkitan di tahun-tahun mendatang.

Laga melawan Frankfurt di Bundesliga Jerman melawan tim papan tengah bisa menjadi tiket emas bagi Blaugrana jika benar-benar bisa menguasai pertandingan di kedua leg. Jika melihat catatan perjalanan Liga Europa, Barcelona adalah salah satu pesaing terkuat di turnamen Divisi II Eropa.

Barcelona kesulitan melaju ke perempat final. Mereka selalu gagal memenangkan leg pertama di babak playoff dan babak 16 besar. Namun Pedri dan kawan-kawan selalu berhasil di leg kedua. The Catalans menyingkirkan tim berpengalaman seperti Napoli dan Galatasaray.

Sekarang dalam tahap di mana mereka harus lebih ketat, Barcelona memiliki lawan yang jauh di bawah mereka. Nama striker Frankfurt Jesper Lindstorm mungkin tidak terdengar menakutkan di mata pertahanan Barcelona. Kevin Trapp yang beberapa kali memeluk Manuel Neuer untuk Jerman, seharusnya bisa dengan mudah mengalahkan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai juru bahasa.

Berbicara tentang penyerang, Aubameyang sekarang sakit kepala baru. Setelah menyelesaikan proses transfer awal tahun ini, Barcelona langsung menjadi pilihan utama bagi bomber Gabon tersebut. Di Liga Europa, Aubameyang selalu mencetak dua gol dalam empat pertandingan.

Baca Juga :  5 Kejutan Usai MotoGP Mandalika

Pemain Barcelona lainnya yang sedang naik daun selain Aubameyang adalah Fedri. Keberadaan pemain berusia 19 tahun itu menjadi oase bagi Cools, menanti pemain lincah dan eksplosif seperti Lionel Messi.




Di Liga Europa, Fedri selalu menjadi pitcher awal. Pemain yang gagal dalam seleksi akademi Real Madrid itu telah mencetak satu gol dalam empat pertandingan.

Kehadiran Aubameyang dan Pedri diharapkan bisa mendorong rekan setimnya tampil garang. Ini karena dia tidak meminta saran dari senior Dani Alves, yang tidak bisa bermain di Liga Europa karena pembatasan kuota pemain.

Kemenangan 4-0 atas Real Madrid di El Clasico juga bisa memotivasi Anda dengan cukup percaya diri untuk bermain bebas di lapangan.

Lanjutkan membaca berita ini di halaman selanjutnya >>>


Momen Pertahankan Prestise Barcelona

Baca halaman selanjutnya