Migor Dulu Rp26.000 Dapat 2 Liter, Sekarang Cuma Seliter

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia – Dua minggu telah berlalu sejak pemerintah menetapkan harga minyak goreng (Migor) sebagai mekanisme pasar. Harga Migor langsung melejit, tapi Rp52.000 per 2 liter.

Migor kini mulai memenuhi rak-rak toko, pasar kaki lima, dan ritel modern. Namun, keluhan migrain yang jarang terjadi pada gilirannya. Tak hanya itu, dengan modal Rp 26.000, Migor sudah bisa membeli 2 liter, dimana sekarang hanya bisa membeli 1 liter.

Seperti halnya gerai ritel modern, harga ‘normal’ untuk migrain kemasan di pasar basah adalah Rp 22.000 – 26.000 per liter atau Rp 49.000 – 52.000 per liter.

Pantauan BizWeb.co.id Indonesia di sebuah minimarket di pusat kota Bogor pada Sabtu pagi (19/3/19) pagi, harga minyak goreng merek tropis sudah mencapai Rp 51.200 per 2 liter, sedangkan Sania sedikit lebih murah yakni Rp. 48.500/2 liter, Sovia seharga Rp 48.000.

Di banyak supermarket Anda juga dapat menemukan label harga untuk migran terbang, Rp per 2 liter. Mencapai 50.000.

Ijah, ibu rumah tangga asal Nambekasi, mengeluhkan harga buruh migran yang masih mahal.

Ijah kepada CNCB Indonesia, Senin (28/3/2022) “Harga minyak goreng ini Rp 50.000. Tadinya mau beli di pasar. Itu 2 liter. Mahal banget,” kata Ijah kepada CNCB Indonesia.

Ketika ditanya mengapa dia tidak membeli migrain massal yang jauh lebih murah, Ijah mengatakan dia tidak dapat menemukannya di pasar jalanan.

“Tidak ada barang. Ada botol plastik dan produk ‘Simpan’ dari merek kaya di pasar pagi yang dijual Rp 25.000 per liter. Alfamart punya Sania Rp 25.000 per liter,” kata Ijah.

Mekanisme Pasar Penetapan harga diharapkan dapat mengatasi kelangkaan migrasi di tingkat pengecer/pengecer. Bahkan, konsumen kini tak lagi harus antre sejak subuh untuk mendapatkan dua liter migren kemasan.

Baca Juga :  Melakukan Perlawanan dengan Sangat Agresif

Namun, harganya naik lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu. Sistem pemantauan pasar dan persyaratan dasar
Menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag), pada 28 Maret 2022, harga migrasi batch Rp. 12.600 dan Rp. Rp 13.500 per liter untuk kemasan premium. 15.300.




Foto: Jual minyak goreng di Pejaten Village, Hypermart, Jakarta (17 Maret 2022). (BizWeb.co.id Indonesia/Andrea Christianto)
Pada 17 Maret 2022, minyak goreng dijual di Pejaten Village, Hypermart, Jakarta. (BizWeb.co.id Indonesia/Andrea Christianto)

Menurut data rata-rata nasional Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga pendatang per 28 Maret 2021 masih berkisar antara 13.000 hingga 14.000 won per kg.

Harga dipantau dengan andal hingga 28 Agustus 2021. Kemudian pada 28 November 2021, Rp per kg. Itu mulai menunjukkan tanda-tanda meningkat sebesar 1.000 – 2.000. dan Rp per kg pada akhir tahun 2021. .

Dan terus menahan penurunan di kisaran Rp 17.000 – 19.000 per kg hingga akhir Januari 2022.

Harga migor terus melambung setelah pemerintah terlebih dahulu turun tangan dengan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk migrasi sebesar Rp14.000 per liter pada pertengahan Januari 2022. Ada kekurangan migran yang bermigrasi dari pasar di bawah kebijakan ini. .

Pemerintah kemudian mengambil langkah kedua dalam intervensi dengan menetapkan HET yang berbeda untuk imigran paket premium, sederhana dan massal. Rp per liter. 14.000, Rp. 13.500 dan Rp. 11.500.

Kebijakan ini juga mengatasi kurangnya pendatang di pasar. Ada juga kerumunan orang yang berdiri dalam antrean dan berteriak bahwa migrain akan hilang.

Pemerintah telah melunakkan dan mengumumkan harga migran mengikuti pasar. Dan mensubsidi migrasi massal agar harganya tidak gratis. Kami menetapkan HET sebesar Rp 14.000 per liter untuk migrasi massal.

Namun sekali lagi, migrain massal saat ini terlihat jarang beredar di pasaran.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Agus Gumiwang meminta 81 produsen minyak nabati untuk memasok minyak goreng dalam jumlah besar untuk masyarakat lokal, usaha kecil, dan usaha kecil.

Dalam rangka keuangan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. Dengan diterbitkannya 8/2022, . Peraturan ini mengatur kewajiban untuk memasok minyak goreng dalam jumlah besar di Korea.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (22/3/2022) “Ini merupakan bentuk upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan minyak goreng sambil terus menggerakkan perekonomian melalui usaha kecil.”

[Gambas:Video CNBC]

(piring/piring)


Baca Juga :  Kejanggalan Pemecatan Pembalap Rusia dari Tim F1 Haas