Rusia Menggila, AS Kebut Kirim Senjata Rp2,8 T untuk Ukraina

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Amerika Serikat Mempercepat proses pengiriman senjata senilai USD 200 juta atau Rp Ukraina di tengah invasi Rusia menjadi gila.

Seorang pejabat senior AS mengatakan AS bisa mempercepat pengiriman ini setelah Presiden Joe Biden mengeluarkan nota bantuan tambahan ke Ukraina pada Sabtu (12/3).

“Dana tersebut dapat mempercepat bantuan militer ke Ukraina, termasuk sistem anti-tank, anti-pesawat dan senjata ringan untuk mendukung garis depan Ukraina,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu kepada wartawan. Reuters.

Dalam memorandum hari Sabtu, Biden mengarahkan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken untuk mengatur alokasi Rp 2,8 triliun berdasarkan ketentuan Undang-Undang Bantuan Luar Negeri.

Berdasarkan undang-undang ini, Presiden Amerika Serikat dapat memerintahkan pemindahan aset negara ke luar negeri tanpa persetujuan kongres.

Dana ini dapat digunakan untuk memperkuat pertahanan Ukraina, termasuk mengirim senjata untuk pelatihan militer.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri belum menanggapi permintaan Reuters untuk konfirmasi penggunaan dana tersebut.

Sementara itu, Ukraina terus menekan AS untuk mengirim senjata anti-tank lembing dan rudal Stinger tambahan untuk membantu menembak jatuh pesawat tempur Rusia.

Dengan keputusan ini, Amerika Serikat telah menyediakan total $1,2 miliar, atau sekitar Rp 17,1 triliun, untuk pertahanan Ukraina selama setahun terakhir.

Baru-baru ini, Amerika Serikat telah bekerja tanpa lelah untuk mengirim dukungan senjata dan peralatan pertahanan ke Ukraina, terutama setelah Presiden Volodymyr Zelensky berbicara dengan anggota parlemen di negara Paman Sam akhir pekan lalu.

Dalam percakapan tersebut, Zelensky mendesak Amerika Serikat untuk segera mengirim pejuang bantuan karena Rusia masih menyerang Ukraina.

Tetapi masalah pengiriman jet ke Ukraina sangat rumit, karena AS harus memikirkan untuk tidak terlibat konflik langsung dengan Rusia. Amerika Serikat terus mengerjakan beberapa skenario.

Baca Juga :  Rangkuman Situasi Rusia vs Ukraina Terkini, Senin 28 Maret

Salah satu skenario tersebut adalah mengirim F-16 AS ke negara-negara di sekitar Ukraina, yang saat ini menjadi anggota NATO. Ukraina kemudian mengirimkan jet MiG era Soviet yang dapat dikemudikan oleh pilot Ukraina.

Namun, Rusia kemudian memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak mengirimkan senjata ke Ukraina melalui sekutunya.

(memiliki)

[Gambas:Video CNN]