RI Undang Seluruh Anggota G20 Termasuk Rusia di Tengah Keberatan Barat

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Duta Besar Indonesia untuk PBB (PBB) Dian Triansyah Djani mengatakan Kamis (24/3) bahwa Indonesia telah mengundang seluruh anggota G20, antara lain: Rusia.

Pernyataan itu disampaikannya di tengah penentangan negara-negara Barat terkait rencana Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT G20 di Bali mulai Oktober mendatang. KTT G20 sendiri akan digelar pada 16 November mendatang.

Dian mengatakan dalam konferensi pers online pada Kamis (24/3) bahwa “Saya mengundang semua anggota G20, baik sebagai Presiden maupun di bawah kepresidenan saya sebelumnya.”

Dia mengatakan Indonesia akan terus mengikuti prinsip kepresidenan yang berlaku. Semua anggota G20, termasuk Rusia, diundang ke forum internasional.

“Semua kepresidenan G20 wajib mengundang semua negara anggota,” katanya.

Ia juga mengatakan Indonesia kini telah mengirimkan undangan ke seluruh negara anggota. Dian melanjutkan, pihaknya sudah mengirimkan undangan sejak 22 Februari lalu.

Katanya, “Tanggal 22 Februari kita kirim, kecuali tanggal KTT. Kita kirim 22 Februari dan tentunya semuanya ada di working group undangan.”

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Borovieva mengatakan bahwa Putin berencana menghadiri KTT G20 di Bali pada akhir 2022.

Tergantung pada situasinya, dia [Putin] Saat ditanya apakah akan menghadiri pertemuan G20 pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/3), Borovieva menjawab, “Saya ingin menghadiri KTT G20.”

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, telah meminta negara-negara demokrasi untuk menolak kunjungan Putin jika Presiden Putin bersedia menghadiri KTT G20.

Sebab, menurutnya, Putin adalah diktator kriminal dan pembunuh internasional. Dengan demikian, ia tidak memiliki hak hukum untuk berpartisipasi dalam forum internasional dalam bentuk apa pun.

Baca Juga :  Momen Langka Korut Umumkan Hasil Pilpres Korsel, Warga Bingung

“Untuk[Putin]menghadiri acara internasional adalah penghinaan terhadap demokrasi, martabat manusia dan supremasi hukum. Kami menyerukan semua negara demokrasi untuk menyelamatkan dunia dari diktator brutal Putin. Boikot,” kata Hamianin. melalui pernyataan yang diterima BizWeb.co.id.com Rabu (23/3).

(monokrom/putih)

[Gambas:Video CNN]