Pengamat Minta RI Bujuk Rusia di G20 Setop Invasi Ukraina

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Pengamat mengatakan Indonesia harus membujuk. Rusia Untuk menghentikan perang di acara G20 UkrainaSetelah banyak diskusi tentang rencana Presiden Vladimir Putin Hadiri forum sementara banyak negara menolak.

Achmad Ubaedillah, pengamat politik di Universitas Islam Negeri Jakarta, berbicara tentang kehadiran Putin. G20 Bali merupakan tantangan tersendiri dan Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang ini.

“Rute G20 harus digunakan oleh Indonesia untuk mendapatkan akses ke Rusia dan menghentikan perang,” kata Ubaedillah saat dihubungi. BizWeb.co.id.com, Kamis (24/3).

Ia mengatakan, karena Indonesia menandatangani resolusi PBB tentang invasi ke Ukraina, seharusnya membuat reparasi yang bisa saja dilakukan oleh Rusia.

Dalam resolusi tersebut, PBB menyerukan agar Rusia segera dan sepenuhnya menarik pasukan AS dari Ukraina tanpa syarat.

Ubaedillah juga mengatakan kepemimpinan Indonesia di G20 sedang diuji di tengah konflik sengit di Eropa Timur. Ia melanjutkan, RI harus mampu menunjukkan peran kepresidenan di forum internasional ini.

“Indonesia perlu meyakinkan anggota G20 bahwa Rusia dapat berdamai. Ini juga menjadi peluang bagi Indonesia untuk berperan dalam upaya perdamaian Rusia-Ukraina.”

Jika Indonesia tidak melakukannya sekarang, kapan kesempatan itu datang? Seorang ulama di kampus Islam Jakarta melihat G20 sebagai peluang tepat di depannya.

“Presiden Putin telah menyatakan niatnya untuk menghadiri pertemuan G20,” katanya.

Setelah itu, jika Indonesia gagal “mengamankan” situasi G20, situasi di mana Presiden Putin meninggalkan forum seperti di Australia pada tahun 2014 dapat terulang kembali.

“Jika Putin ‘dipermalukan’ pada pertemuan G20 nanti di Indonesia, kemungkinan besar dia akan mendapatkan WO,” kata Ubaedillah.

Pada KTT G20 di Australia, Putin mendapat tekanan kuat dari Barat atas tuduhan mendukung kelompok separatis di Ukraina timur.

Baca Juga :  'The Last Dance' Ronaldo dan Messi

Putin bersikeras keputusannya untuk meninggalkan forum tidak ada hubungannya dengan ketegangan di Ukraina timur. Dia mengaku penerbangannya cukup lama dan dia ingin tidur lebih banyak.

Ubaedillah mengatakan Indonesia dapat membujuk negara-negara yang disengketakan benua Qing melalui saluran diplomatik sebelum KTT G20.

“Jalan ini harus ditempuh sebelum acara G20 mencapai puncaknya. Untuk perdamaian, PBB harus mendukung inisiatif Indonesia dan negara-negara anggota PBB lainnya,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Rusia, Lyudmila Borovieva, mengejutkan publik dengan pernyataan Presiden Rusia Putin bahwa ia berencana menghadiri KTT G20.

Ketika ditanya apakah Putin akan menghadiri pertemuan itu dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (23/3), Borovieva mengatakan: “Sampai saat ini, tergantung keadaan, dia (Putin) ingin menghadiri KTT G20.”

Banyak negara Barat khawatir dengan rencana tersebut, tetapi jika Putin benar-benar menghadiri forum tersebut.

Ukraina telah meminta negara untuk memboikot Rusia di acara-acara internasional. Karena kehadiran Putin di acara-acara internasional merupakan penghinaan terhadap demokrasi, martabat manusia, dan supremasi hukum.

“Kami mendesak semua negara demokrasi untuk menyelamatkan dunia dari diktator brutal Putin. Kami memboikot Rusia dan Putin di semua platform internasional yang memungkinkan,” kata Vasyl Hamianin, Duta Besar Ukraina untuk Jakarta, dalam pernyataan resmi yang diterima BizWeb.co.id.com. Rabu (23/3). .

Kedatangan Putin yang dijadwalkan datang di tengah tekanan dari beberapa negara untuk mengeluarkan Rusia dari kelompok G20 sebagai tanggapan atas tindakan di Ukraina.

(Pindah/Parkir)

[Gambas:Video CNN]