Pasukan Rusia Diklaim Bombardir Masjid Sultan Suleiman di Mariupol

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta Meluncurkan Pasukan Rusia Ini disebut serangan. Masjid Sultan Sulaiman Di kota Mariupol, Ukraina, banyak penduduk bersembunyi di sebuah masjid dari serangan pasukan Vladimir Putin.

#Pasukan Rusia saat ini sedang membombardir masjid Sultan Suleiman Magnificent dan istrinya Roxolana. #Banyak orang dewasa dan anak-anak, termasuk penduduk Turki, bersembunyi dari penembakan masjid.‘ tulisnya di akun Twitter resmi Kedutaan Besar Ukraina.

Status itu awalnya dibagikan di akun Twitter-nya oleh Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Emine Dzheppar. File yang diunggah tersebut didistribusikan kembali oleh Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia.

Sejauh ini, tidak ada pernyataan lebih lanjut yang dibuat dari Rusia mengenai serangan terhadap masjid tersebut.

Tetapi PBB dan banyak negara mengatakan Rusia mungkin melakukan kejahatan perang di kota-kota seperti Mariupol, yang telah dikepung selama berhari-hari.

Pada Jumat (11/3), pejabat di pelabuhan selatan mengatakan lebih dari 1.500 orang tewas dalam serangan 12 hari itu.

Sementara itu, Kedutaan Besar Ukraina di Amerika Serikat mengatakan kota Chernikh berisiko terkena bencana kemanusiaan akibat serangan udara Rusia. Kota ini tidak memiliki listrik, air, gas, dan panas.

Pesawat serang Rusia SU juga lepas landas dari lapangan terbang DUBROVYTSYA (Belarus) dan memasuki wilayah Ukraina, mengebom desa HORODYCHI dan TUMENI di Ukraina.

Kota-kota besar Ukraina lainnya juga menjadi sasaran Rusia. Ledakan terjadi di Lutsk, Ivano-Frankivskm dan Dnipro.

Namun, diduga bahwa sebagai akibat dari tindakan aktif dan terkoordinasi dari tentara Ukraina dan komponen Garda Nasional lainnya, Rusia menderita kerugian yang signifikan di wilayah Kyiv, harus menarik diri dari pemukiman yang sebelumnya diduduki.

Baca Juga :  Ukraina Siap Jadi Negara Non-Nuklir demi Setop Perang Rusia

Hal ini tidak menghalangi Rusia untuk melakukan aksinya. Menurut informasi yang tersedia, Vladimir Putin telah memerintahkan persiapan untuk serangan teroris di pembangkit listrik tenaga nuklir Kornobyl. Saat ini, pembangkit listrik tenaga nuklir Chornobyl benar-benar terputus dari sistem pemantauan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Pada saat yang sama, baru-baru ini, pasukan Putin menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizia dan Institut Fisika dan Teknologi Kharkiv.

Menurut pemberitahuan perang dari kedutaan Ukraina di Amerika Serikat, Rusia dapat meluncurkan rudal dan bom terhadap infrastruktur sipil dan daerah pemukiman. Rusia juga dikatakan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dengan mengintimidasi penduduk setempat dan menyebarkan berita palsu.

(fbn/arh)

[Gambas:Video CNN]