NATO Klaim 15 Ribu Tentara Rusia Tewas Satu Bulan Invasi ke Ukraina

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

dua perwira militer NATO memperkirakan bahwa akan ada 15.000 pasukan Rusia yang meninggal selama invasi bulan UkrainaRabu (23/3).

“Dari apa yang Ukraina katakan kepada kami, apa yang Rusia katakan kepada kami, sengaja atau tidak, perkiraan yang kami dapatkan karena ada kesalahan selama perang, dan informasi yang kami dapatkan dari sumber terbuka, kami tahu bahwa Rusia mencapai 15.” kain [pasukan] Karena meninggal,” kata seorang pejabat, Rabu (23/3).

“Secara statistik, jika salah satu tentara kami tewas dalam tabrakan, kami biasanya mendapatkan tiga terluka. Jadi kami melipatgandakan, atau 30.000 hingga 40.000 kerugian, kerugian karena kematian dalam pertempuran, cedera dalam pertempuran, tawanan perang.” Perang telah berakhir dan para tentara tidak tahu apa yang akan terjadi,” kata pejabat itu.

Beberapa pejabat AS juga mengklaim bahwa antara 7.000 dan 14.000 tentara Rusia tewas dalam jumlah yang sama. Namun, mereka tidak yakin dengan perkiraan ini.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Ukraina memperkirakan 15.600 tentara Rusia tewas dalam bentrokan tersebut, seperti dikutip. BizWeb.co.id.

Berbagai perkiraan ini datang ketika Anda mempertimbangkan bahwa pasukan Rusia telah menutup kerugian dan jumlah pasukan yang tewas dalam invasi yang telah terjadi sejak 24 Februari.

Namun, tabloid pro-pemerintah Rusia Komsomolskaya Pravda melaporkan bahwa 9.861 tentara tewas di Ukraina, menurut laporan Kementerian Pertahanan Rusia. Namun, publikasi ini kemudian dihapus.

Menurut Kementerian Pertahanan, pasukan Rusia kehilangan 9861 tewas dan 16.153 terluka dalam operasi khusus Ukraina.

Serangan Rusia di Ukraina terus berlanjut selama sebulan terakhir. “Operasi khusus” Rusia sering menargetkan warga sipil dan instalasi militer, menewaskan lebih dari 800 orang.

Baca Juga :  Mantan Ajudan Zumi Zola Jalani Sidang Dakwaan Perkara Gratifikasi dan Suap

Rusia juga dilaporkan sering mengganggu operasi penyelamatan di kota-kota yang dikuasai Moskow, seperti Mariupol, yang memaksa penduduknya menghadapi kekurangan air, makanan, dan listrik.

Akibat agresi ini, negara-negara di dunia memberlakukan sanksi ekonomi dan meruntuhkan perekonomian Rusia. Bahkan, Amerika Serikat menyatakan bahwa militer Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina.

(pwn/rds)

[Gambas:Video CNN]