Jorjoran di Ukraina, Putin Disebut Bakal Bernasib Sama dengan Hitler

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Presiden Rusia, Vladimir PutinItu menggunakan kekuatan yang sangat besar untuk memulai invasi. Ukraina Nasibnya dianggap sama dengan para pemimpin Nazi. Adolf Hitler.

Pengamat Muhadi Sugiono dari Universitas Gadjah Mada mengatakan penggunaan kekuatan oleh Putin terlalu agresif, mirip dengan tentara Hitler.

“Kekuatan yang sangat besar sering tumbang karena terlalu agresif. Begitu juga dengan Hitler dan Napoleon (Bonaparte), karena mereka jatuh setelah ekspansi,” kata Muhadi. BizWeb.co.id.comKamis (24/3).

Pernyataan Muhadi menyebutkan ketika Hitler menjadi Kanselir Jerman dan ambisinya untuk berekspansi ke Eropa Timur pada tahun 1941.

Perluasan itu dikatakan untuk mengantisipasi lonjakan populasi Jerman. Mereka juga mencoba untuk mendapatkan tambahan area lain, bahkan jika mereka perlu disita.

Selain Hitler, tokoh ekspansi yang terkenal adalah Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari tahun 1804 hingga 1814. Dia menguasai hampir seluruh Eropa pada tahun 1805.

Mereka fokus mengerahkan pasukan di luar area dan melupakan situasi di dalam. Pihak oposisi memanfaatkan kesempatan ini di kandang sendiri.

“Secara internasional, mereka berada di bawah tekanan, yang membuka ruang bagi oposisi internal,” kata Muhidi.

Kemudian dia menegaskan bahwa dia tidak ingin menyamakan Putin dengan Hitler. Muhidi ingin menegaskan bahwa kebijakan yang berdampak tinggi seringkali menjadi bumerang.

Menurutnya, kebijakan tersebut secara umum mendapat respons internasional yang tidak biasa.

“Saya ingin menunjukkan bahwa dalam sejarah Eropa Napoleon akhirnya jatuh setelah melakukan tindakan besar yang mengakibatkan perang,” katanya.

Masyarakat internasional kemudian merespon dengan menetralisir mereka. Napoleon ditangkap dan diasingkan, dan Hitler akhirnya bunuh diri.

“Apakah situasi saat ini akan mengikuti pola yang sama? Tentu perlu penelitian lebih lanjut. Banyak hal yang bisa dilihat,” kata Muhidi.

Baca Juga :  Serangan Houthi ke Saudi Aramco Picu Kebakaran Dua Tangki Minyak

Namun, Muhidi juga menegaskan bahwa kepemimpinan Putin saat ini sangat mirip dengan kondisi sejarah sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

Pada awal invasi, banyak warga Rusia yang memprotes perang di Ukraina. Sementara itu, di front internasional, banyak negara mengkritik Moskow dan memberlakukan embargo dan sanksi ekonomi. Rusia terisolasi dari dunia.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), misalnya, mengatakan akan menghapus Rusia dari daftar negara yang paling disukai. Akibatnya, Rusia akan dikenakan bea masuk yang lebih tinggi.

Akibatnya, Rusia akan terkuras dan kehabisan sumber daya jika tidak menghentikan invasi. Fahmi Salsabila, pengamat hubungan internasional Universitas Muhammadiyah, mengatakan ini bisa menjadi awal kejatuhan Putin.

“Presiden Putin bisa kelelahan karena kehabisan energi untuk perang, dan embargo serta sanksi dari Amerika Serikat dan para donornya bisa mengganggu perekonomian dan kebutuhan rakyat,” kata Fahmi.

(pindah/ada)

[Gambas:Video CNN]