China Eastern Airlines Disebut Jatuh Menukik 6.000 Meter dalam 1 Menit

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

pesawat terbang China Eastern Airlines MU5735 diperkirakan jatuh ribuan meter secara vertikal dalam satu menit sebelum menabrak sebuah bukit di sebuah desa dekat kota Wuzhou di provinsi Guangxi pada Senin (21/3) dan Senin (21/3).

Ini berdasarkan laporan media lokal yang merilis video dugaan penampakan pesawat Boeing 737-800 beberapa detik sebelum mendarat.

Dalam video pemantauan yang beredar di media sosial, sebuah benda yang diduga pesawat MU5735 dengan cepat jatuh secara vertikal ke dalam hutan di lereng bukit. Tetapi, AFP Masih belum bisa cek videonya.

Menurut Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC), pesawat lepas landas dari Kunming pada pukul 13:11 waktu setempat. Namun, ketika pesawat berada di wilayah udara kota Wuzhou di provinsi Guangxi, kontak terputus.

Menurut data dari FlightRadar24, pada pukul 14:20, pesawat menukik tajam dari ketinggian 8,8 km (29.100 kaki) ke 2,3 km (7.850 kaki) dalam satu menit.

Pesawat yang membawa 132 orang itu dipastikan jatuh 6.500 m (6,5 km) dalam 60 detik.

Dan setelah sekitar 2 menit 15 detik, pesawat berada di ketinggian 2,7 km atau 9.075 kaki.

Pesawat kemudian mencoba naik sebentar selama sekitar 20 detik, tetapi akhirnya jatuh dari ketinggian 0,98 km (3.225 kaki).

Setelah pukul 14:22 waktu setempat tidak akan ada lagi data penerbangan terkait maskapai tersebut.

Penerbangan China Eastern Airlines yang dijadwalkan mendarat di Guangzhou sekitar pukul 15.05 waktu setempat, namun tidak dapat mendarat karena terjadi kecelakaan. Sejauh ini, pihak berwenang telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda korban selamat dari insiden tersebut.

Namun, tidak ada pengumuman resmi tentang jumlah kematian akibat bencana tersebut.

Baca Juga :  Cerita Anak Buah Mohon Bawa Handi-Salsa ke Puskesmas Dibalas Bentakan

Kecelakaan pesawat seperti ini biasanya melibatkan banyak faktor. Para ahli memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang potensi penyebab kecelakaan, terutama mengingat kurangnya informasi yang tersedia hingga saat ini.

Namun demikian, pihak berwenang mengatakan mereka akan menyelidiki puing-puing pesawat dan menemukan kotak hitam yang mencatat semua data penerbangan untuk menentukan penyebab kecelakaan itu.

Pada saat yang sama, China Eastern menangguhkan semua ratusan pesawat Boeing 737-800 milik maskapai. Sementara itu, Boeing menyatakan bersedia bekerja sama dengan penyelidikan kecelakaan tersebut.

Presiden China Xi Jinping (習近平) dan Perdana Menteri Li Keqiang (李克强) mendesak penyelidikan ketat atas insiden tersebut untuk memperkuat sistem keamanan dan merilis informasi yang akurat pada waktu yang tepat.

Selama dekade terakhir, keselamatan industri penerbangan China termasuk yang tertinggi di dunia.

Aviation Safety Network mencatat bahwa kecelakaan pesawat terakhir China terjadi pada 2010. Saat itu, sebuah pesawat Embraer E-190 jatuh saat mendekati Bandara Yichun. Dari 96 penumpang di dalamnya, 44 tewas.

Jauh sebelum itu, pada tahun 1992, China Southern Airlines 737-300 yang terbang dari Guangzhou ke Guilin jatuh saat mendarat. Semua 144 penumpang dilaporkan tewas.

(ISA/RD)

[Gambas:Video CNN]