Bela Putin, Kim Jong-un Ejek Biden Orang Tua Pikun

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Korea Utara Mengevaluasi Presiden Amerika Serikat, Joe BidenSeorang lelaki tua lemah yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang tanpa “refleksi”.

Mantan Wakil Presiden Biden menyebut Putin sebagai penjahat perang lebih dari sebulan setelah invasi Rusia ke Ukraina merenggut ribuan nyawa.

“Cerita terbaru adalah bahwa Presiden Amerika Serikat telah memfitnah Presiden Rusia dengan data yang tidak berdasar. Kesimpulannya mungkin ada masalah intelektual. Pernyataan sembrononya menunjukkan kecerobohan seorang lelaki tua yang lemah.” .” Sabtu, 4 September (4 September) Kantor Berita Pusat Korea, juru bicara resmi pemerintah Korea Utara.

“Hanya Yankee, yang sering agresif dan menarik, yang bisa membuat pernyataan sembrono seperti ini,” katanya. AFP.

Kritik datang setelah Biden menyebut Putin sebagai penjahat perang dan mendesak presiden Rusia untuk diadili atas tuduhan kekejaman terhadap warga sipil Ukraina, khususnya Bucha.

Negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un juga mengolok-olok Amerika Serikat, dan dikatakan bahwa masa depan akan suram dengan mereka yang memiliki kekuatan lemah.

Rusia adalah salah satu dari sedikit negara yang berteman dengan Korea Utara. Moskow telah lama menentang peningkatan tekanan terhadap Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Rusia juga menjadi salah satu penentang sanksi internasional terhadap Korea Utara karena ambisi kemanusiaannya untuk mengembangkan senjata nuklir.

Sementara itu, Pyongyang memihak Moskow atas agresi Ukraina dan menyalahkan AS sebagai akar dari krisis yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Media pemerintah Korea Utara memiliki sejarah panjang serangan pribadi yang penuh warna terhadap para pemimpin asing, terutama presiden AS.

Korea Utara sebelumnya menyebut mantan Presiden AS Donald Trump sebagai “orang Amerika idiot yang psikopat.” Mereka juga menyebut Barack Obama dan George W. Bush sebagai “monyet” dan “manusia setengah matang”.

Baca Juga :  Inggris Sebut Normalisasi dengan Rusia Usai Invasi Adalah Kesalahan

Korea Utara tidak hanya memfitnah presiden AS, tetapi juga menyebut mantan Presiden Park Geun-hye sebagai ‘penyihir’ dan ‘nakal’.

(fby/rds)

[Gambas:Video CNN]