Rusia Jadi Beban China Akibat Invasi ke Ukraina

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Kantor Kementerian Pertahanan Amerika Serikat invasi Rusia Ukraina sudah dibuat Cina mengambil bagian dalam konflik.

China adalah sekutu dekat Rusia. Setelah invasi Rusia ke Ukraina, negara-negara Barat mendesak China untuk berbuat lebih banyak untuk menggagalkan ambisi Moskow.

Kementerian Pertahanan Nasional juga melihat Rusia sebagai beban bagi China daripada sekutu.

Saya pikir ada level tertentu [Presiden Rusia Vladimir] Putinlah yang membuat Rusia menjadi beban yang lebih strategis di China hari ini daripada enam minggu lalu atau enam bulan lalu. [sebelum invasi ke Ukraina berlangsung]”, kata Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Kamis (24/3). Reuters.

Pada bulan Februari, China dan Rusia mendeklarasikan kemitraan “tanpa batas” di mana mereka saling mendukung dalam menanggapi krisis Ukraina dan Taiwan. Keduanya juga berjanji untuk bekerja sama melawan Barat.

Presiden China Xi Jinping bahkan secara terbuka mendukung Putin, menekankan bahwa Amerika Serikat dan NATO harus menanggapi keluhan Rusia tentang jaminan keamanan dengan serius.

Seperti Putin, Xi Jinping percaya NATO harus berhenti memperluas Eropa Timur. Ini menjadi salah satu keluhan Rusia beberapa bulan sebelum invasi ke Ukraina.

Namun, China sedang mencoba tanggapan diplomatik untuk invasi Rusia ke Ukraina. China tidak mengutuk agresi Rusia, tetapi China telah berulang kali menekankan bahwa mereka ingin Rusia dan Ukraina menyelesaikan konflik dan mengakhiri perang melalui dialog.

Selain itu, China juga meramaikan debat Rusia pada KTT G20 di Indonesia.

Belum lama ini, China mendukung partisipasi Rusia dalam acara tersebut.

“Tidak ada negara anggota yang berhak membubarkan negara lain menjadi negara anggota,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam konferensi pers, Rabu (23/3).

Baca Juga :  IDI Proses Pemecatan Mantan Menkes Terawan

Wang juga mengatakan bahwa Rusia adalah anggota penting G20.

Selain itu, China mendukung tuduhan Rusia bahwa AS telah mengembangkan senjata biologis di Ukraina.

Juru bicara kementerian luar negeri China lainnya, Zhao Lijian, mengatakan: “Operasi militer Rusia untuk mengungkap rahasia laboratorium Amerika di Ukraina adalah propaganda dan absurd dan tidak dapat diabaikan.”

(pwn/rds)

[Gambas:Video CNN]