Ini Proyek Garapan PT SMI dari Hasil Penerbitan Green Bond

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mendukung pembangunan infrastruktur hijau. milik mereka Untuk penggunaan energi terbarukan (ETB), untuk saat ini darahPemerintah Indonesia sedang mempersiapkan peta transisi energi ke Net.bebas polusi di 2060 Atau bahkan lebih cepat.

bentuk dari dkungan melalui Penerbitan Obligasi Hijau Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Senilai Rp 500 miliar. Green bond pertama di Indonesia ini merupakan bagian dari fasilitas Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Green Bond senilai Rp3 triliun.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan:, 100% Dana hasil Penerbitan obligasi terkonsentrasi pada sektor-sektor yang memiliki manfaat lingkungan. dari proyek-proyek ini di sektor Energi terbarukan, efisiensi energi, transportasi ramah lingkungan, darahmanajemen dan darahPencegahan darahsolusinya hujanKeberlanjutan, pengelolaan air dan limbah yang berkelanjutan.

Sementara itu, sektor Prioritas Dalam ikatan hijau pertama ini adalah Energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, dBerikut rinciannya, sektor energi terbarukan mendapatkan pendanaan dari: hasil Penerbitan obligasi hijau 36,3%, transportasi ramah lingkungan 63,7%

“Contoh proyek yang dibangun menggunakan dana Gkembali hujanmelanjutkan PLTM Tunggang Bengkulu meluap Ini memanfaatkan energi potensial Sungai Ketahun di Provinsi Bengkulu,” jelas Edwin dalam keterangan tertulis, Senin (14/3/2022).

dengan duntuk mencari tahu, Proyek PLTM ini terletak ± 25 km dari desa Tunggang yang terletak ± 146 km dari kota Bengkulu, ibu kota provinsi Bengkulu. PLTM ini memiliki kapasitas 10 megawatt (MW) untuk membangkitkan dan mendistribusikan listrik langsung ke jaringan eksisting. Proyek ini terdiri dari pekerjaan konstruksi bendungan, Pemasukan, jalan air, kolam kepala, terowongan, penstock, pelimpahjalan masuk dan rumah pedesaan Ini akan menyimpan 3 unit turbin dan 3 unit generator.

Baca Juga :  WHO Beri Peringatan Terbaru, Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Edwin Terungkap pemasangan proyek Selesai pada akhir 2021 dan PLTM mulai beroperasi pada 25 Desember 2021..

Selain PLTM Bengkulu, proyek lain yang menggunakan dana green bond antara lain PLTM Lubuk Gadang yang mengalokasikan dana hingga 23,7%, dan transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang ramah lingkungan yang mengalokasikan hingga 63,7%. dana.

Edwin dikatakan, Potensi pembiayaan berkelanjutan, khususnya sektor energi, bergantung pada teknologi, sumber pendanaan dan Ekonomi Dalam proses pemulihan ekonomi, pembiayaan tetap menjadi tantangan. Oleh karena itu, PT SMI juga Melalui kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia, dan Bank Investasi Infrastruktur Asia, ia mencari sumber pendanaan lain dan mengamankan pinjaman multilateral.

[Gambas:Video CNBC]

(bulbul)