Gelar Rakornas, Kemenag Bahas Dana Abadi hingga Beasiswa Santri

BizWeb.co.id – Direksi Pendidikan Dini dan Pondok Pesantren mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada tanggal 28-30 Maret 2022. Rakornas itu rencananya akan membahas sejumlah isu strategis, antara lain peningkatan pelayanan pasca terbitnya UU No 18 Tahun 2019. Informasi tentang Pesantren dan Beasiswa Mahasiswa.

Waryono Abdul Ghafur, Direktur PD Pontren Kementerian Agama, mengatakan rapat koordinasi nasional digelar untuk memperkuat program prioritas. Dibahas juga isu-isu strategis agar selaras dari hulu hingga hilir.

“Kalau hulunya bagus, hilirnya bagus. Ini juga sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya pondok pesantren,” kata Waryono kepada wartawan, Rabu (30/3).

Waryono mengatakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadikan 2022 sebagai kesempatan untuk mentransformasikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pesantren. Bahkan, Menag telah menjadikan pesantren mandiri sebagai salah satu program prioritasnya.

“Kita akan bahas bersama dalam rapat koordinasi nasional ini bagaimana mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian pondok pesantren. Diantaranya pembahasan tentang donasi petani, pendidikan inklusi, pendidikan anti kekerasan, dan beasiswa mahasiswa” jelasnya.

“Kita juga akan membahas bersama langkah-langkah strategis Direktorat PD Pontren untuk penguatan akhlak beragama, serta persiapan Pekan Olahraga dan Seni antar Pesantren Nasional (POSPENAS) di Makassar pada Oktober 2022,” lanjutnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, raker nasional memperkenalkan para relawan BAPPENAS yang telah membahas tentang petani kecil sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren. Sebuah sumber dari LPDP diundang untuk menjelaskan rencananya untuk sumbangan petani di bawah Peraturan Presiden 82 tahun 2021 tentang pembiayaan dan pelaksanaan pesantren.

“Program kemandirian petani akan didiskusikan dengan para ahli dari Staf Khusus dan Menteri Agama. Sementara itu, Alissa Wahid dari Pokja untuk Penguatan Temperamen Religius akan menyampaikan Penguatan Temperamen Religius. Untuk pendidikan inklusif akan diumumkan Pokja Pendidikan Inklusif Kemenag,” tambah Waryono.

Baca Juga :  Kumpulan Cerpen Norman Erikson Pasaribu Masuk Daftar International Booker Prize 2022

Musyawarah Nasional juga akan membahas percepatan penyusunan regulasi anti kekerasan di dunia pendidikan. “Semua kelas perlu disiapkan tenaga dan pikiran serta pemahaman terhadap aturan yang ada,” ujarnya.

Redaktur: Bintang Pradeo

Reporter: Sabik Aji Taupan