G-20 Jadi Momentum Bangkitkan Industri Halal Indonesia

Produk halal di Indonesia seperti nafas dan telah menjadi bagian yang sangat penting dari masyarakat Islam. Apalagi penduduk Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, terhitung hampir 90% dari total penduduk.

Wajar jika menurut statistik, konsumsi produk halal Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Sementara itu, wisata halal berada di peringkat kelima, busana Islami di peringkat ketiga, dan perawatan kesehatan serta apotek halal di peringkat keenam.

Data ini merupakan oase nyata dan harapan untuk mengeluarkan potensi industri halal di Indonesia menjelang acara akbar kepresidenan G-20. Sejak Desember 2021, Indonesia terpilih sebagai ketua 20 negara teratas dunia (G-20).

Pada puncaknya, Indonesia didapuk menjadi tuan rumah menjamu 20 kepala negara asal Bali pada November mendatang. Momentum percepatan pembangunan ekonomi Indonesia pasca pandemi.

Sebagai negara anggota G20 dengan populasi Muslim yang besar, potensi industri halal tidak boleh dilewatkan. Indonesia juga berpotensi menjadi kekuatan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di dunia. Bahkan diprediksi pada tahun 2045 akan bergabung dengan lima ekonomi terbesar. Acara ini bisa menjadi kado istimewa untuk 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

industri halal

Industri halal Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. upacara pembukaan AICIF 2021, Konferensi Internasional Universitas ASEAN ke-9 tentang Keuangan Islam. Ia juga mengatakan bahwa industri halal menjadi salah satu alternatif penggerak pertumbuhan ekonomi global, dan permintaan konsumen terus meningkat setiap tahunnya.

Pemerintah juga terus berupaya mendorong industri halal. Sedikit demi sedikit, saya mulai merasakan kesuksesan itu. Menurut Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2020 yang dirilis Bank Indonesia, kontribusi halal atau halal value chain adalah rantai nilai (HVC) terus tumbuh dari 2016 hingga 2020 dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga :  Wali Kota Malang Minta Lurah dan Camat Install MiChat buat Pantau Bisnis Open BO

Menurut laporan Global State of the Islamic Economy (SGIE), peringkat kinerja ekonomi syariah di antara negara-negara OKI terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2020, Indonesia menempati peringkat ke-4 dari 57 negara anggota Organization for Islamic Cooperation (OIC).

Industri halal mencakup lima sektor: pertanian, makanan, minuman halal, pakaian Islami, pariwisata halal, dan energi terbarukan. Kelima sektor ini memiliki potensi pengembangan yang luar biasa di tanah air. Masyarakat Indonesia memiliki gaya hidup Islam yang mengakar. Halal is my way adalah jargon yang sering didengungkan sebagai alasan untuk menggunakan produk halal.

Sertifikasi UMKM

Pemerintah terus mempercepat sertifikasi halal bagi usaha kecil dan menengah (UMKM). Tentunya sinergi dan kolaborasi juga terus dilakukan untuk memacu perkembangan industri halal. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Melibatkan usaha kecil dan menengah (UMKM) adalah kata kunci penting untuk mencapai kesuksesan.

Salah satu dari sekian banyak kebijakan yang mendukung percepatan pelaku UMKM adalah Kebijakan Sertifikasi Halal Satu Pintu yang Lebih Cepat. Hal ini dilakukan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah koordinasi Kementerian Agama.

Pada tahun 2021, BPJPH akan memberikan layanan aplikasi sertifikasi halal gratis bagi UMK. Program ini akan berlanjut hingga tahun 2022 dengan target minimal 10 juta produk bersertifikat halal. dilakukan pada saat yang sama Mulailah Program Sertifikasi Halal (Sehati) Gratis bagi Pelaku Usaha Kecil (UMK). Program ini merupakan kerjasama antara BPJPH Kementerian Agama dengan berbagai kementerian, lembaga, lembaga swasta, platform digital, perbankan dan pemerintah daerah (provinsi, kabupaten/kota).

Pertumbuhan industri halal semakin nyata melalui program Sehati yang diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha kecil untuk mendapatkan pembiayaan bersertifikat halal secara gratis. Tidak sulit untuk menghidupkan kembali perekonomian Indonesia pascapandemi dengan menggeser roda perekonomian ke usaha kecil menengah dengan target 10 juta produk bersertifikat halal.

Baca Juga :  Kapolri Sebut 12 Provinsi Terintegrasi Tilang Digital

Selain mendukung sertifikasi halal secara gratis, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga penting dilakukan. Pemerintah harus hadir untuk memberdayakan pelaku usaha kecil dengan memperkuat kemampuan dan keterampilannya. Pelaku UMKM harus memiliki keterampilan bisnis mulai dari manajemen keuangan, promosi produk, jaringan dan kolaborasi untuk memasuki pasar global. Artinya usaha kecil dan menengah (UKM) telah merebut hati konsumen halal, pergi ke luar negeri.

Setelah badai pandemi dua tahun ini, industri halal bisa menjadi salah satu parameter kebangkitan ekonomi Indonesia. Jika itu bisa menjadi kenyataan, gema RPulihkan bersama dan pulihkan lebih kuat Subjek Kepresidenan G-20 lebih dari sekadar jargon. Ini menjadi peluang untuk menjadikan negara ketua G20 sebagai etalase bagi industri halal Indonesia. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Indonesia ingin menjadi pusat industri halal dunia.