Elektabilitasnya Unggul Jauh dari Airlangga, Tokoh Golkar Ini Disebut Beri Kejutan di Bursa Capres 2024

BizWeb.co.id.com – Mantan Perdana Menteri Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta, memberikan hadiah kejutan dalam pemilihan pendahuluan presiden 2024.

Mulailah wartaekonomi.co.id — jaringan BizWeb.co.id.comSenior Research Fellow LSJ Fetra Ardianto mengatakan, perolehan BizWeb.co.id Wakil Ketua Komite IV DPR RI sebesar 2,9% atau menduduki peringkat ke-7.

Angka ini jauh di atas Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, yang menempati posisi terakhir dengan peluang 0,7% untuk terpilih.

“Salah satu temuan menarik lainnya dari investigasi LSJ ini adalah nama Dedi Mulyadi dari Golkar muncul di calon presiden ke-7 dengan probabilitas yang cukup tinggi untuk terpilih.” Demikian dikutip Fetra dalam keterangannya, Senin (14/3/2022).

Baca juga:
Pengamat Riset Nilai Berkualitas LSI Menangkan Airlangga Hartarto dan Golkar di Pemilu 2024

Menurutnya, hal ini tentu ironis. Pasalnya, Airanga merupakan ketua umum Partai Golkar yang dikenal sangat serius mempersiapkan Pilpres 2024, namun peluangnya untuk menang kalah dengan partai Golkar seperti Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi

Sebagai acuan, survei ini dilakukan dengan menggunakan metode multi-step random sampling di 34 provinsi di seluruh Indonesia dari tanggal 18 hingga 28 Februari 2022. Diketahui margin of error +/- 2,8% dan tingkat kepercayaan 95%.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden melalui kuesioner.

Diketahui, Dedy Mulyadi adalah Wakil Ketua Komite IV Partai Golkar Fraksi DPR RI untuk daerah pemilihan Bekasi, Purwakarta, dan Karawang.

Dedi menjabat sebagai Bupati Purwakarta mulai menjabat pada 13 Maret 2008. Sebelum menjadi bupati, Dedi Mulyadi menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta.

Baca juga:
Pengamat Soroti Nasib PDIP dan PAN Diprediksi Gagal di Pilpres 2024

Selain itu, pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Purwakarta periode 2003-2008 bersama Lily Hambali Hasan. Pada Pilkada 2013, Dedi Mulyadi terpilih menjadi Bupati Purwakarta periode 2013-2018 bersama Dadan Koswara.

Baca Juga :  Celah Pemilu 2024 Mundur di Tengah Dalih Luhut Cs yang Makin Lemah