Ahli Nilai Kebijakan Bebas Karantina PPLN Masih Riskan

Jakarta, BizWeb.co.id Indonesia

Komite Ahli Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menyoroti peraturan terbaru dari pemerintah. Isolasi wisatawan luar negeri (PPLN) bagi yang sudah mendapat 2 dosis atau dosis booster.

Hermawan menilai tidak ada hubungan langsung antara pemberian vaksin dengan lama karantina. Ia mengatakan karantina, khususnya kedatangan internasional, masih menjadi syarat yang harus dilakukan negara-negara untuk mencegah penyebaran Covid-19, terutama strain baru.

“Sangat berbahaya untuk mengabaikan karantina dan kegiatan di luar negeri, dan untuk beberapa negara seperti China dan Hong Kong melihat tren kenaikan lagi. Oleh karena itu, masih ada kemungkinan peningkatan, sehingga gerbang internasional tetap harus dilakukan. ” Penyaringan Dan karantina,” kata Hermawan saat dihubungi. BizWeb.co.id.comKamis (24/3).

Hermawan kemudian mengingatkan bahwa tujuan karantina adalah untuk mengetahui apakah seseorang telah terpapar COVID-19 atau memiliki virus selama masa inkubasinya. Tujuan dari vaksinasi adalah untuk memberikan setiap individu dengan efek perlindungan pribadi tambahan.

Vaksin merupakan salah satu cara untuk mencegah perburukan gejala saat terpapar COVID-19, lanjut Hermawan. Oleh karena itu, penduduk yang divaksinasi masih dapat terpapar COVID-19, sehingga setelah kembali dari luar negeri, keamanan tidak terjamin kecuali karantina terpusat.

Dia mengatakan, “Dalam suasana pandemi, masih ada epidemi dan karantina masih jalan. Jadi saya pikir ahli epidemiologi dan analis kesehatan masyarakat tidak akan setuju. dikatakan.

Pemerintah telah memutuskan untuk menghapus masa karantina masuk PPLN bagi warga yang sebelumnya telah menerima dua atau tiga dosis vaksin COVID-19. Sedangkan PPLN yang telah mendapatkan vaksin dosis tunggal masih perlu dikarantina selama 5 hari.

Ketentuan ini diatur dalam Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2022 yang ditandatangani Letjen Suharyanto pada 23 Maret 2022. .

Baca Juga :  Bukan Juragan 99, Ini Dua Sosok Pendiri MS Glow

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat di DPR mengatakan aturan karantina untuk PPLN saat ini sudah tidak relevan lagi. Pasalnya, saat ini penyebaran kasus di luar negeri relatif jauh lebih sedikit dibandingkan di Korea.

Menurutnya, jika ditemukan strain baru COVID-19, hal itu berkaitan dengan penerapan karantina bagi PPLN. Sementara itu, kata dia, sejauh ini Indonesia masih bertahan dari laju mutasi baru di luar.

(Si/Isuen)

[Gambas:Video CNN]